Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




LP Kerobokan Sarang Narkoba

Denpasar

Kamis, 10 Juli 2008, 19:43 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Siapakah tersangka Harun Rismawan ? Selidik punya selidik, tersangka asal Indramayu ini sudah mengenal narkoba, sejak 6 tahun silam. Masuk penjara bukanlah hal yang baru baginya. Selain kehidupan terjamin, disisi lain, dia bisa menjual SS di LP Kerobokan.



Tersangka Harun Rismawan adalah salah satu dari ribuan korban pengguna narkoba. Dalam pengalamannya, hidup merantau di Denpasar, sangatlah sulit. Biaya serba mahal. Apalagi didukung tidak adanya pekerjaan. Dan, tempat tinggal pun cenderung berpindah-pindah.

Harun yang hanya menamatkan pendidikan di SMA ini, masuk ke Denpasar sejak 6 tahun lalu. Karier kejahatannya dimulai tahun 2002 dengan melakukan aksi pencurian sepeda motor. Dia pun ditangkap dan menjalani vonis 1,6 tahun.

Tak urung, keluar dari penjara, Harun melakukan kejahatan lain, yakni mencuri tas milik orang lain. Akibatnya, setelah digelandang ke Pengadilan Negeri Denpasar, lelaki bersaudara delapan ini, dijatuhi hukuman 8 bulan penjara. Tak berhenti sampai disitu. Dia masuk kembali ke LP Kerobokan dengan vonis 1 tahun setelah dipergoki mencuri tas.

Kehidupan di LP Kerobokan, diakui Harun sangatlah menjamin. Dia tidak susah – susah lagi mencari uang dengan jalan mencuri. Cukup menjadi kurir narkoba dari kelompok pengedar dan Bandar di LP Kerobokan.



“Di LP Kerobokan SS 1 gram saja dijual Rp 1,2 juta. Sekali jual SS saya bisa dapat Rp 200 ribu. Saya juga makai narkoba dengan bong,” jelasnya polos.



Harun mengakui, sejak menjadi kurir di LP Kerobokan, lelaki asal Indramayu ini adalah kaki tangan napi Arman Maulidi. Bahkan sejak Arman Maulidi dipindah ke LP Sidoarjo, dia tetap menjadi kurir. Dengan Bandar narkoba yang berbeda, yakni Jimmy dan Antoni asal Palembang.

Menurut Harun, selama menghuni hotel prodeo, peredaran narkoba di LP Kerobokan tetap marak, ketika itu masih menjabat Kalapas Bromo. Parahnya, pesta narkoba, acap dilakukan para napi wanita dari malam hingga pagi.

“Waktu itu tiga hari tiga malam saya nyabu, happy saja. Semuanya triping (geleng-geleng kepala), napi wanita juga ikutan. Pokoknya bebas aja. Yahhh,, kalau uang banyak di LP Kerobokan, kita sendiri jadi bos disana,” kenang tersangka yang kini terjerat pencurian TV Samsung di kawasan Jalan Kendedes Kuta, Kamis (10/7). (Spy)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami