Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Sebelum Ditusuk, Terjadi Baku Hantam

Denpasar

Senin, 14 Juli 2008, 23:23 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Senin (14/07), areal parkir Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, disesaki warga setempat. Di lokasi ini berlangsung rekontruksi terbunuhnya Ketut Arya (48) dan Gede Adiantara alias Yande Subroto (38). Dua tersangka, Nyoman Astina alias Ali (27) dan Made Adyana turut dihadirkan.



Adegan rekontruksi yang berlangsung hingga 2 jam itu, terdiri dari 31 adegan. Rekontruksi yang dipimpin Kapolsek Dentim AKP Gede Ariantha ini dilakukan untuk mencari jawaban seperti apa kronologis kejadian, sebelum tewasnya dua bersaudara tinggal di Jalan Kecubung Banjar Lebah Denpasar.

Guna memperlancar rekontruksi, adegan dua korban yang tewas diperagakan anggota buser.

Percekcokan diawali antara I Ketut Radu (55) dengan Arya. Tak lama, datanglah Nyoman Astina alias Ali (27) dan Made Adnyana (29) (keduanya putra Radu). Keduanya melihat cekcok mulut dan berusaha melerai.

Tak disangka, Arya yang dalam kondisi mabuk berat, merasa tersinggung dengan kedatangan Ali dan Made Adyana. Di lokasi areal parkir PKB, tepatnya di depan ISI, mereka pun kembali cekcok. Nah, cekcok mulut diakhiri perkelahian. Arya dan Ali baku hantam di depan stan penjualan helm.



Dari pengamatan di arena rekontruksi, terlihat Arya lebih dulu memukul Ali. Selanjutnya, Ali membalas dan menjatuhkan Arya hingga roboh. Ketika terjadi perkelahian itulah, Yande datang dan berusaha melerai.



Usaha yang dilakukan Yande berjalan mulus. Mereka berdiam diri sembari duduk-duduk, di parkiran sebelah barat. Dalam rekontruksi tersebut, Arya merangkul Yande.

Namun entah mengapa, tiba-tiba saja Arya menghunus pisau dari balik pinggangnya. Pisau tersebut secepat kilat ditusuk ke dada Yande. Meski dada Yande berdarah-darah akibat tusukan, Yande berusaha melawan. Akibatnya mereka berdua bergumul.

Melihat Yande ditusuk, Ali naik pitam. Dia mendatangi Arya dan Yande yang sedang bergumul, sembari mengunus pedang. Nah, sesaat posisi Arya di bawah, Ali menusuk dada Arya.

Mengetahui Arya terkapar, Ali pun kabur dan membuang pedangnya di Dam Wongan, Jalan Noja, Dentim. Kedua korban diangkut ke rumah sakit. Arya tewas saat menjalani perawatan. Begitu pula dengan Yande, beberapa hari dirawat di RSUP Sanglah, merenggang nyawa.

AKP Ariantha yang ditemui di lokasi rekontruksi mengatakan, rekontruksi berjalan sesuai keterangan tersangka, yang ada di BAP (berita acara pemeriksaan). Intinya, rekontruksi yang disampaikan tersangka Ali dan Made Adyana, tidak ada yang disembunyikan. (Spy)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami