Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Sebelum Ditusuk, Terjadi Baku Hantam
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Senin (14/07), areal parkir Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, disesaki warga setempat. Di lokasi ini berlangsung rekontruksi terbunuhnya Ketut Arya (48) dan Gede Adiantara alias Yande Subroto (38). Dua tersangka, Nyoman Astina alias Ali (27) dan Made Adyana turut dihadirkan.
Adegan rekontruksi yang berlangsung hingga 2 jam itu, terdiri dari 31 adegan. Rekontruksi yang dipimpin Kapolsek Dentim AKP Gede Ariantha ini dilakukan untuk mencari jawaban seperti apa kronologis kejadian, sebelum tewasnya dua bersaudara tinggal di Jalan Kecubung Banjar Lebah Denpasar.
Guna memperlancar rekontruksi, adegan dua korban yang tewas diperagakan anggota buser.
Percekcokan diawali antara I Ketut Radu (55) dengan Arya. Tak lama, datanglah Nyoman Astina alias Ali (27) dan Made Adnyana (29) (keduanya putra Radu). Keduanya melihat cekcok mulut dan berusaha melerai.
Tak disangka, Arya yang dalam kondisi mabuk berat, merasa tersinggung dengan kedatangan Ali dan Made Adyana. Di lokasi areal parkir PKB, tepatnya di depan ISI, mereka pun kembali cekcok. Nah, cekcok mulut diakhiri perkelahian. Arya dan Ali baku hantam di depan stan penjualan helm.
Dari pengamatan di arena rekontruksi, terlihat Arya lebih dulu memukul Ali. Selanjutnya, Ali membalas dan menjatuhkan Arya hingga roboh. Ketika terjadi perkelahian itulah, Yande datang dan berusaha melerai.
Usaha yang dilakukan Yande berjalan mulus. Mereka berdiam diri sembari duduk-duduk, di parkiran sebelah barat. Dalam rekontruksi tersebut, Arya merangkul Yande.
Namun entah mengapa, tiba-tiba saja Arya menghunus pisau dari balik pinggangnya. Pisau tersebut secepat kilat ditusuk ke dada Yande. Meski dada Yande berdarah-darah akibat tusukan, Yande berusaha melawan. Akibatnya mereka berdua bergumul.
Melihat Yande ditusuk, Ali naik pitam. Dia mendatangi Arya dan Yande yang sedang bergumul, sembari mengunus pedang. Nah, sesaat posisi Arya di bawah, Ali menusuk dada Arya.
Mengetahui Arya terkapar, Ali pun kabur dan membuang pedangnya di Dam Wongan, Jalan Noja, Dentim. Kedua korban diangkut ke rumah sakit. Arya tewas saat menjalani perawatan. Begitu pula dengan Yande, beberapa hari dirawat di RSUP Sanglah, merenggang nyawa.
AKP Ariantha yang ditemui di lokasi rekontruksi mengatakan, rekontruksi berjalan sesuai keterangan tersangka, yang ada di BAP (berita acara pemeriksaan). Intinya, rekontruksi yang disampaikan tersangka Ali dan Made Adyana, tidak ada yang disembunyikan. (Spy)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5952 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2647 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2295 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan