Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 18 Juni 2026
Polisi Bingung Mencari Pemilik Pisau Belati
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Dalam penanganan kasus berdarah menjelang Hari Raya Galungan di Desa Depehe Kecamatan Kubutambahan, hingga kini, Selasa (26/8) Jajaran Polres Buleleng dibuat kebingungan mencari pemilik senjata tajam berupa pisau belati berlumuran darah yang ditemukan di lokasi peristiwa.
"Sampai saat ini belum ada penambahan tersangka hanya empat itu saja dan kita tengah memfokuskan melakukan pencarian terhadap pemilik barang bukti berupa sajam pisau belati yang berlumuran darah belum kita temukan," ungkap Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol I Made Sudirsa.
Berdasarkan olah lokasi peristiwa yang dilakukan polisi hingga tiga kali ditemukan sejumlah barang bukti berupa empat buah batako yang sudah pecah, pentungan, sebilah pedang dan pisau belati berlumuran darah.
"Keempat tersangka tidak mengakui dan tidak mengetahui keberadaan pisau belati itu, sehingga kita masih berupaya untuk melakukan pengembangan dengan memeriksa sejumlah saksi lainnya, termasuk para tersangka," ujar Sudirsa.
Dari hasil penyidikan yang dilakukan polisi, empat tersangka dalam kasus pengeroyokan yang berakhir pembunuhan itu, diantaranya Made Wira Tastra (24) mengakui membawa sebuah pentungan, Nyoman Wardipa (25) dan Gede Redita (25) mengakui menghajar korban dengan Batako dan Gede Werestiapa (25) hanya mengunakan tangan kosong, sehingga keberadaan pisau belati berlumuran darah itu membuat polisi bingung.
Sementara hingga sore ini sedikitnya 20 saksi telah diperiksa Tim Khusus Sat Reskrim Polres Buleleng untuk membidik adanya keterlibatan tersangka yang lain dalam kasus pengeroyokan terhadap Kadek Karuna alias Lotto
(32) Warga Desa Tunjung Kecamatan Kubutanbahan yang tewas sehari menjelang Hari Raya Galungan di Dusun Bingin, Desa Depehe. (sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun