Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Dubes Aussie: Kita Bisa Terima dan Hormati
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Duta Besar Australia untuk Indonesia, Bill Farmer, menyatakan menerima keputusan Pemerintah Indonesia yang menunda eksekusi mati napi Bom Bali 1, Amrozy cs.
“Penundaan itu sepenuhnya merupakan hak Pemerintah Indonesia. Kami menerima dan menghormati keputusan itu,†kata Bill Farmer, di sela-sela pelantikan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika di Renon hari ini.(28/8).
Pernyataan Bill Farmer hari ini mempertegas pernyataan sikapnya yang disampaikan kemarin (27/8).
Dalam jumpa pers di Sekar Tunjung Centre kemarin, Bill Farmer mengatakan bahwa eksekusi terhadap tiga terpidana mati bom Bali I, Amrozy, Ali Gufron alias Muklas, dan Imam Samudera adalah menjadi urusan pemerintah Indonesia.
“Itu urusan pemerintah Indonesia. Kami percaya Indonesia akan melakukan itu (eksekusi),†kata Dubes Bill Farmer saat ditanya wartawan usai bertemu dengan calon Gubernur Bali terpilih, Made Mangku Pastika, di Sekar Tunjung Centre, Rabu (27/8).
Sementara Gubernur Bali terpilih Made Mangku Pastika yang juga mantan Ketua Tim Investigasi Bom Bali I, hanya menjawab diplomatis sat ditanya soal pengunduran jadwal eksekusi Amrozy.
“Kita berharap eksekusi (Amrozy cs) dilaksanakan pada saat yang tepat dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,†ujar Pastika, hari ini (28/8). (bob)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 581 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 451 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 441 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan