Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 20 Juni 2026
"Pretima" Macan Disikat Maling
Tulikup
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Komplotan maling kembali beraksi di Gianyar, Bali. Kali ini sejumlah benda sakral (Pretima) di Pura Dalem Siyut, Tulikup, Gianyar ludes disikat maling.
Pretima yang yang hilang disikat maling antara lain Pretima Siwa-Buda berlapis mas 9 gram dengan tinggi 12 Cm, Pretima Macan terbuat dari kayu setinggi 6 Cm, Bunga Emas jenis pucuk, cempaka,dan bunga merah dengan berat 4 Gram.
Kejadian ini baru diketahui sekitar pukul 10.00 Wita pagi ini. Kala itu, salah satu warga setempat, I Made Kembar (43) hendak mencari ancak ( perlengkapan upacara) ke Pura untuk kegiatan upacara di Pura Masceti, Blahbatuh.
Begitu tiba di halaman Pura, saksi terkejut melihat bangunan pelinggih gedong terbuka. Sejumlah kain penghias Pretima berhamburan di halaman Pura.
Terkait masalah ini, Kembar langsung melaporkan kejadian ini ke Kelian Dusun, I Gusti Ngurah Putra. Puluhan warga kemudian datang dan memeriksa mengecek kabar dari kembar.
Begitu diperiksa, kunci pintu bangunan pelinggih gedong rusak itu sudah rusak dan pintu terbuka lebar. Tempat Pretima dalam kondisi acak acakan.
Terkait masalah ini, warga langsung melapor ke Mapolsek Kota Gianyar. Dalam hitungan menit, jajaran Mapolsek yang dikomandani oleh AKP I Nyoman Suarnata langsung menuju TKP.
Untuk mendeteksi lebih dalam, Kapolsek asal Badung ini juga mengerahkan anjing pelacak untuk mengendus pelaku.
Dari hasil identifikasi lapangan bersama anjing pelacak, seperti disampaikan Kapolsek, pencuri diperkirakan berjumlah 2 orang, dan kabur melalui tembok sebelah barat gedong.
Anjing berputar-putar di sebelah barat gedong, pencuri diperkirakan loncat tembok, kemudian kabur dengan sepeda motor, ucapnya. (Art)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun