Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Belajar dari COVID-19, Buleleng Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Wabah

Senin, 4 Mei 2026, 18:39 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Belajar dari COVID-19, Buleleng Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Wabah.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi wabah penyakit, seperti COVID-19, flu burung, MERS-CoV, dan meningitis meningokokus.

Langkah antisipasi ini dibahas dalam rapat pemetaan risiko penyakit menular, yang digelar Dinas Kesehatan Buleleng bersama lintas OPD dan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Senin (4/5).

Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Suardani mengatakan, pemetaan risiko dilakukan agar daerah lebih siap menghadapi kemungkinan munculnya kasus penyakit berbahaya, seperti yang pernah terjadi saat pandemi COVID-19.

“Setiap tahun kami melakukan penilaian risiko untuk melihat sejauh mana kesiapan daerah. Ini penting supaya ketika ada kasus, kami sudah punya kesiapan dan tidak panik,” ujar Suardani.

Menurutnya, pandemi COVID-19 menjadi pelajaran besar bahwa kesiapan sistem kesehatan harus diperkuat, mulai dari pencegahan, vaksinasi, hingga penanganan saat kondisi darurat.

Dalam pemetaan sementara, Buleleng masih memiliki pekerjaan rumah pada penguatan rencana darurat kesehatan atau langkah kontingensi jika sewaktu-waktu terjadi wabah.

“Rencana darurat kesehatan ini sangat penting karena menjadi pedoman saat terjadi kondisi darurat. Kalau itu belum kuat, penanganan tidak akan maksimal,” jelasnya.

Mobilitas masyarakat ke luar negeri juga menjadi perhatian, terutama perjalanan haji dan umroh ke Arab Saudi yang berisiko terhadap penyebaran MERS-CoV dan meningitis meningokokus.

Tahun ini, tercatat sebanyak 109 jemaah haji reguler asal Buleleng akan berangkat ke Tanah Suci, belum termasuk jemaah umroh.

“Mobilitas jemaah haji dan umroh juga menjadi faktor risiko yang perlu kita antisipasi bersama,” tambah Suardani.

Data pemetaan risiko ini disusun berdasarkan masukan seluruh OPD dan akan diunggah ke sistem Kementerian Kesehatan sebagai pedoman kesiapsiagaan daerah.

Melalui langkah ini, Pemkab Buleleng menegaskan komitmennya untuk membangun sistem kesehatan yang lebih siap, tangguh, dan cepat merespons ancaman wabah di masa depan.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami