Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 7 Mei 2026
Belajar dari COVID-19, Buleleng Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Wabah
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi wabah penyakit, seperti COVID-19, flu burung, MERS-CoV, dan meningitis meningokokus.
Langkah antisipasi ini dibahas dalam rapat pemetaan risiko penyakit menular, yang digelar Dinas Kesehatan Buleleng bersama lintas OPD dan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Senin (4/5).
Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Suardani mengatakan, pemetaan risiko dilakukan agar daerah lebih siap menghadapi kemungkinan munculnya kasus penyakit berbahaya, seperti yang pernah terjadi saat pandemi COVID-19.
“Setiap tahun kami melakukan penilaian risiko untuk melihat sejauh mana kesiapan daerah. Ini penting supaya ketika ada kasus, kami sudah punya kesiapan dan tidak panik,” ujar Suardani.
Menurutnya, pandemi COVID-19 menjadi pelajaran besar bahwa kesiapan sistem kesehatan harus diperkuat, mulai dari pencegahan, vaksinasi, hingga penanganan saat kondisi darurat.
Dalam pemetaan sementara, Buleleng masih memiliki pekerjaan rumah pada penguatan rencana darurat kesehatan atau langkah kontingensi jika sewaktu-waktu terjadi wabah.
“Rencana darurat kesehatan ini sangat penting karena menjadi pedoman saat terjadi kondisi darurat. Kalau itu belum kuat, penanganan tidak akan maksimal,” jelasnya.
Mobilitas masyarakat ke luar negeri juga menjadi perhatian, terutama perjalanan haji dan umroh ke Arab Saudi yang berisiko terhadap penyebaran MERS-CoV dan meningitis meningokokus.
Tahun ini, tercatat sebanyak 109 jemaah haji reguler asal Buleleng akan berangkat ke Tanah Suci, belum termasuk jemaah umroh.
“Mobilitas jemaah haji dan umroh juga menjadi faktor risiko yang perlu kita antisipasi bersama,” tambah Suardani.
Data pemetaan risiko ini disusun berdasarkan masukan seluruh OPD dan akan diunggah ke sistem Kementerian Kesehatan sebagai pedoman kesiapsiagaan daerah.
Melalui langkah ini, Pemkab Buleleng menegaskan komitmennya untuk membangun sistem kesehatan yang lebih siap, tangguh, dan cepat merespons ancaman wabah di masa depan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 673 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 628 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 465 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 452 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik