Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Mobilitas Tinggi, Sopir Diceramahi HIV/AIDS
Negara
Jumat, 12 September 2008,
17:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Profesi sopir yang tingkat mobilitasnya tinggi sangat berpotensi untuk terjangkit HIV/AIDS, karena itu para sopir menjadi salah satu perhatian untuk diberikan pemahaman dan tindakan pencegahan penularan penyakit terutama penyakit AIDS.
Untuk mencegah penyebaran virus mematikan ini, Jumat (12/8) sopir diberikan pemahaman tentang penyakit mematikan ini oleh 82 relawan dari Yayasan Citra Usadha Indonesia (YCUI).
Nengah Suardana, salah satu konsuler dari YCUI Jembrana yang konsen terhadap HIV/AIDS mengatakan dari survei yang dilakukan selama ini, para sopir ini dikatakan beresiko tinggi terkena penyakit HIV/AIDS, lantaran mobilitasnya yang tinggi dan berpotensi untuk melakukan hubungan intim di beberapa tempat.
"Kami sengaja melakukan sosialisasi kepada para sopir di beberapa titik tempat transit para sopir truk tersebut. Seperti di Pengeragoan, Melaya hingga Gilimanuk, "terangnya. Suardana menambahkan saat ini di Jembrana Suardana menambahkan selain kepada sopir pihaknya juga melakukan tindakan preventif di beberapa titik tempat transaksi dan praktek prostitusi seperti di Batu Karung, Delod Berawah dan Gilimanuk.
"Saat ini di Jembrana tercatat 92 orang positif HIV/AIDS dan beberapa diantaranya sudah meninggal. Namun tidak menutup kemungkinan jumlah tersebut terus bertambah," jelasnya.
Pihaknya juga mendukung adanya ranperda tentang AIDS yang saat ini sedang digodok oleh DPRD Jembrana. "Dengan perda ini saya harap bisa menjamin dan memayungi hukum para penderita" ujarnya. (dey).
Untuk mencegah penyebaran virus mematikan ini, Jumat (12/8) sopir diberikan pemahaman tentang penyakit mematikan ini oleh 82 relawan dari Yayasan Citra Usadha Indonesia (YCUI).
Nengah Suardana, salah satu konsuler dari YCUI Jembrana yang konsen terhadap HIV/AIDS mengatakan dari survei yang dilakukan selama ini, para sopir ini dikatakan beresiko tinggi terkena penyakit HIV/AIDS, lantaran mobilitasnya yang tinggi dan berpotensi untuk melakukan hubungan intim di beberapa tempat.
"Kami sengaja melakukan sosialisasi kepada para sopir di beberapa titik tempat transit para sopir truk tersebut. Seperti di Pengeragoan, Melaya hingga Gilimanuk, "terangnya. Suardana menambahkan saat ini di Jembrana Suardana menambahkan selain kepada sopir pihaknya juga melakukan tindakan preventif di beberapa titik tempat transaksi dan praktek prostitusi seperti di Batu Karung, Delod Berawah dan Gilimanuk.
"Saat ini di Jembrana tercatat 92 orang positif HIV/AIDS dan beberapa diantaranya sudah meninggal. Namun tidak menutup kemungkinan jumlah tersebut terus bertambah," jelasnya.
Pihaknya juga mendukung adanya ranperda tentang AIDS yang saat ini sedang digodok oleh DPRD Jembrana. "Dengan perda ini saya harap bisa menjamin dan memayungi hukum para penderita" ujarnya. (dey).
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2785 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2027 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1967 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1800 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026