Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Organisasi CITES Komplin
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tercatatnya Indonesia sebagai negara penghasil satwa langka terbesar didunia, tidak sebanding dengan kenyataan. Proses ekspor kerang langka ke luar negeri, malah menambah kritikan pedas dari beberapa negara, yang juga penghasil satwa dilindungi. Komplinan itu datang dari organisasi gabungan Convention International Treat Endenger Spesies (CITES).
Demikian dijelaskan Komandan Polisi Kehutanan Bali, Isnu Wiyoto, kepada awak media, Rabu (24/09). Diterangkannya, pasca terbongkarnya ratusan kerang langka di Bandara Tuban, adalah yang kedua kalinya terjadi, pada tahun yang sama (2008). Kali pertama terjadi Bulan Juli 2008.
Modus operandinya juga sama, menyelundupkan kerang langka, berkedok pengiriman barang handicraft. Selama itu pula, pihak diplomatic RI terus menerima komplin dari 5 negara yang tergabung dalam organisasi CITES dengan jumlah 173 anggota. Diketahui, lima negara itu yakni Belanda, Belgia, Hongkong, Jepang dan Indonesia.
“Lima Negara selalu komplin karena banyak barang langka milik Indonesia ada di Negara mereka. Seperti Negara Jepang ada jenis kerang dan ular,â€ungkapnya. (Spy)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5980 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4672 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2307 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan