Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 14 Juni 2026
Organisasi CITES Komplin
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tercatatnya Indonesia sebagai negara penghasil satwa langka terbesar didunia, tidak sebanding dengan kenyataan. Proses ekspor kerang langka ke luar negeri, malah menambah kritikan pedas dari beberapa negara, yang juga penghasil satwa dilindungi. Komplinan itu datang dari organisasi gabungan Convention International Treat Endenger Spesies (CITES).
Demikian dijelaskan Komandan Polisi Kehutanan Bali, Isnu Wiyoto, kepada awak media, Rabu (24/09). Diterangkannya, pasca terbongkarnya ratusan kerang langka di Bandara Tuban, adalah yang kedua kalinya terjadi, pada tahun yang sama (2008). Kali pertama terjadi Bulan Juli 2008.
Modus operandinya juga sama, menyelundupkan kerang langka, berkedok pengiriman barang handicraft. Selama itu pula, pihak diplomatic RI terus menerima komplin dari 5 negara yang tergabung dalam organisasi CITES dengan jumlah 173 anggota. Diketahui, lima negara itu yakni Belanda, Belgia, Hongkong, Jepang dan Indonesia.
“Lima Negara selalu komplin karena banyak barang langka milik Indonesia ada di Negara mereka. Seperti Negara Jepang ada jenis kerang dan ular,â€ungkapnya. (Spy)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Kasus Penjualan Gading Gajah di Tampaksiring Masuk Tahap Penuntutan
Dibaca: 1011 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli