Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Organisasi CITES Komplin

Denpasar

Rabu, 24 September 2008, 17:16 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Tercatatnya Indonesia sebagai negara penghasil satwa langka terbesar didunia, tidak sebanding dengan kenyataan. Proses ekspor kerang langka ke luar negeri, malah menambah kritikan pedas dari beberapa negara, yang juga penghasil satwa dilindungi. Komplinan itu datang dari organisasi gabungan Convention International Treat Endenger Spesies (CITES).



Demikian dijelaskan Komandan Polisi Kehutanan Bali, Isnu Wiyoto, kepada awak media, Rabu (24/09). Diterangkannya, pasca terbongkarnya ratusan kerang langka di Bandara Tuban, adalah yang kedua kalinya terjadi, pada tahun yang sama (2008). Kali pertama terjadi Bulan Juli 2008.



Modus operandinya juga sama, menyelundupkan kerang langka, berkedok pengiriman barang handicraft. Selama itu pula, pihak diplomatic RI terus menerima komplin dari 5 negara yang tergabung dalam organisasi CITES dengan jumlah 173 anggota. Diketahui, lima negara itu yakni Belanda, Belgia, Hongkong, Jepang dan Indonesia.



“Lima Negara selalu komplin karena banyak barang langka milik Indonesia ada di Negara mereka. Seperti Negara Jepang ada jenis kerang dan ular,”ungkapnya. (Spy)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami