Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 4 Mei 2026
Bertahun-tahun Hidup di Jembrana Tanpa KTP
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Operasi gabungan penduduk pendatang (duktang) yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jembrana dan Satuan Polisi Pariwisata (Polpar) Polres Jembrana di sejumlah wilayah pemukiman padat penduduk di Jembrana, Senin (13/10) berhasil menjaring 3 orang duktang yang ketahuan tidak memiliki identitas diri. Padahal mereka sudah bertahun-tahun hidup di Jembrana.
Baca juga:
Jembrana Masuk Zona Hijau PMK
Saat operasi dilakukan pada sebuah kost-kostan di Kelurahan Lelateng, Negara, tim berhasil mengamankan Agus Tono, (21) seorang duktang yang ketahuan tidak memiliki identitas lengkap. Agus yang berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat diketahui tidak memiliki KTP kendatipun sudah tinggal di Jembrana sejak 2,5 tahun yang lalu. Agus yang mengaku berprofesi sebagai pembuat dupa terpaksa harus diciduk untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Sedangkan saat operasi diteruskan ke Lingkungan Ketugtug, Loloan Timur, Jembrana tim berhasil menjaring 2 orang duktang yakni Taufik (22) dari Bandung dan Samuel (25) dari Madura yang ketahuan tidak memiliki KTP walaupun mengaku sudah 6-7 tahun tinggal di Jembrana. Keduanya juga terpaksa harus berurusan dengan petugas.
Baca juga:
Jembrana Masuk Zona Hijau PMK
Kasat Pam Wisata, AKP Nengah Budiarma seijin Kapolres Jembrana mengatakan operasi gabungan ini dilakukan secara kontinyu untuk memeriksa identitas duktang. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 395 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 350 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 346 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang