Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Perdana Gantung Diri di Kebun Coklat

Kamis, 30 Oktober 2008, 15:18 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Deretan kasus bunuh diri di Jembrana kembali bertambah menyusul tewasnya Gusti Ngurah Perdana (21), warga Lingkungan Biluk Poh, Tegalcangkring, Mendoyo karena nekad menggantung diri di sebuah gubuk di tengah kebun coklat milik tetangganya, Nengah Puji.

 

Dari informasi yang diperoleh di TKP, korban ditemukan tewas pertama kali oleh si pemilik kebun ketika berniat membersihkan gubuk tersebut. "Saya terkejut ketika melihat korban yang telah tewas tergantung dengan selendang batik warna merah di dalam gubuk tersebut. Kakinya saya lihat hampir menyentuh tanah," ujar Puji.

Seorang kerabat korban mengungkapkan selama ini korban memang hidup menyendiri di sebuah gubuk kecil di tengah tegalan dekat gubuk tempat korban menggantung dirinya. "Sebenarnya gubuk tersebut sangat tidak layak dijadikan tempat tinggal lantaran kondisinya tidak lebih baik dari kandang ayam," ujarnya.

Lanjutnya, untuk menghidupi dirinya korban bekerja serabutan bahkan tidak jarang kalau kepepet korban terpaksa mencuri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. "Untuk hidup, korban bekerja serabutan. Namun saya dengar kalau kepepet, korban sering mencuri seperti mencuri janur dan bahkan sebelum gantung diri, saya dengar korban mencuri handphone," terangnya.

Tambahnya, sejatinya korban sudah menikah dengan seorang wanita berdarah brahmana dan memiliki seorang anak. "Saat usia anak tersebut 3 bulan korban bercerai dengan istrinya. Sekarang anaknya diasuh oleh seorang kerabatnya," ucapnya.

 

Sementara dari olah TKP yang dilakukan petugas, ditemukan juga kain kuning yang tergantung di gubuk milik korban. Diduga korban berniat mengakhiri hidupnya di gubuknya sendiri namun lantaran gubuknya terlalu pendek dan kakinya masih bisa menyentuh tanah, korban berpindah ke gubuk tetangganya di sebelah gubuk korban. Sehingga kain kuning yang sedianya digunakan untuk bunuh diri tersebut masih tertinggal.

Kapolsek Mendoyo, AKP Ketut Sukarta seijin Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Suardana ketika dikonfirmasi, Kamis (30/10) membenarkan kejadian tersebut dan saat ini pihaknya masih menyelidiki motif di balik ulah nekat yang dilakukan korban. "Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, hanya keluar cairan dari kemaluan korban," pungkasnya. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sss



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami