Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Perdana Gantung Diri di Kebun Coklat
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Deretan kasus bunuh diri di Jembrana kembali bertambah menyusul tewasnya Gusti Ngurah Perdana (21), warga Lingkungan Biluk Poh, Tegalcangkring, Mendoyo karena nekad menggantung diri di sebuah gubuk di tengah kebun coklat milik tetangganya, Nengah Puji.
Dari informasi yang diperoleh di TKP, korban ditemukan tewas pertama kali oleh si pemilik kebun ketika berniat membersihkan gubuk tersebut. "Saya terkejut ketika melihat korban yang telah tewas tergantung dengan selendang batik warna merah di dalam gubuk tersebut. Kakinya saya lihat hampir menyentuh tanah," ujar Puji.
Seorang kerabat korban mengungkapkan selama ini korban memang hidup menyendiri di sebuah gubuk kecil di tengah tegalan dekat gubuk tempat korban menggantung dirinya. "Sebenarnya gubuk tersebut sangat tidak layak dijadikan tempat tinggal lantaran kondisinya tidak lebih baik dari kandang ayam," ujarnya.
Lanjutnya, untuk menghidupi dirinya korban bekerja serabutan bahkan tidak jarang kalau kepepet korban terpaksa mencuri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. "Untuk hidup, korban bekerja serabutan. Namun saya dengar kalau kepepet, korban sering mencuri seperti mencuri janur dan bahkan sebelum gantung diri, saya dengar korban mencuri handphone," terangnya.
Tambahnya, sejatinya korban sudah menikah dengan seorang wanita berdarah brahmana dan memiliki seorang anak. "Saat usia anak tersebut 3 bulan korban bercerai dengan istrinya. Sekarang anaknya diasuh oleh seorang kerabatnya," ucapnya.
Sementara dari olah TKP yang dilakukan petugas, ditemukan juga kain kuning yang tergantung di gubuk milik korban. Diduga korban berniat mengakhiri hidupnya di gubuknya sendiri namun lantaran gubuknya terlalu pendek dan kakinya masih bisa menyentuh tanah, korban berpindah ke gubuk tetangganya di sebelah gubuk korban. Sehingga kain kuning yang sedianya digunakan untuk bunuh diri tersebut masih tertinggal.
Kapolsek Mendoyo, AKP Ketut Sukarta seijin Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Suardana ketika dikonfirmasi, Kamis (30/10) membenarkan kejadian tersebut dan saat ini pihaknya masih menyelidiki motif di balik ulah nekat yang dilakukan korban. "Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, hanya keluar cairan dari kemaluan korban," pungkasnya.
Reporter: bbn/sss
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3823 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1767 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang