Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Depan Puskesmas, Bayi Lahir Dalam Mobil
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Maksud hati ke puskesmas minta rujukan melahirkan di rumah sakit, seorang ibu warga warga Pangkung Liplip, Desa Kaliakah Negara, melahirkan dalam mobil persis di depan Puskesmas Kaliakah.
Puskesmas Kaliakah sempat dibuat heboh ketika Putu Ariani (30) berteriak dari dalam mobil yang diparkir suaminya di depan puskesmas.
Sekitar pukul 13.30, Ariani dan Suami mendatangi Puskesmas Kaliakah untuk meminta rujukan melahirkan di rumah sakit, mengingat yang bersangkutan memiliki kartu jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat).
Karena dalam kondisi hendak melahirkan, Ariani tetap di mobil sedangkan suami masuk ke puskesmas untuk minta surat rujukan, selang beberapa saat Ariani mengerang kesakitan, para petugas medis segera menolong menuju mobil yang diparkir di depan puskesmas.
Karena bayi sudah hampir lahir, proses persalinan dilakukan di dalam mobil. Bidan Tikawati yang saat itu bertugas berhasil membantu proses kelahiran. Sekitar pukul 13.45, seorang bayi perempuan lahir dengan selamat.
Untuk penanganan lebih lanjut, Ibu dan Bayi segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Negara. Saat berita ini dionlinekan, Ibu dan bayi sudah ditangani di ruang bersalin.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2012 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun