Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
Minta Krib Diperpanjang
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Sejumlah warga Munduk Asem, Cupel, Negara merasa khawatir abrasi yang semakin mengganas sejak 2 bulan belakangan ini akan menghanyutkan rumah mereka. Mereka meminta agar bangunan senderan yang telah ada sepanjang 180 meter bisa diperpanjang.
Pantauan di lapangan, Minggu (16/11), senderan yang dibangun melalui dana Pemprop Bali ini memang terlihat cukup kokoh untuk menahan gempuran ombak namun tanah yang tidak dibentengi oleh senderan tersebut baik di timur maupun bagian baratnya justru semakin parah dimakan abrasi.
Bahkan, di ujung barat, abrasi sudah meruntuhkan WC umum yang dibangun dari bantuan Pemkab Jembrana. Terlihat juga rumah-rumah warga yang dulunya jauh dari bibir pantai kini sudah semakin dekat dengan bibir pantai dan terancam tergerus abrasi air laut.
Menurut salah seorang warga Munduk Asem, senderan tersebut memang cukup kuat untuk menahan gempuran ombak tapi juga menimbulkan permasalahan baru lantaran di ujung barat dan timur senderan tersebut, tingkat abrasinya semakin mengganas.
"Senderan itu sudah kuat, namun menimbulkan masalah baru karena di ujung barat dan timur senderan tersebut justru abrasinya semakin parah sehingga kami khawatir kalau rumah kami akan jadi sasaran abrasi selanjutnya. Kami minta agar senderan tersebut segera diperpanjang ke timur dan ke barat. Jika tidak tanah warga yang ada di barat sampai Tanjung Rening dalam waktu dekat akan habis tergerus,"ungkapnya.
H Kalyubi, warga Munduk Asem lainnya, mengatakan, warga yakin abrasi akan semakin parah dan rumah-rumah di pinggir pantai tersebut tinggal menunggu giliran saja untuk digerus abrasi jika senderan tersebut tidak segera diperpanjang. Lanjut Kalyubi, sebagian warga korban abrasi sudah pindah ke rumah bantuan Pemkab Jembrana namun masih banyak tetap tinggal di pinggir pantai lantaran mereka tidak punya tempat yang aman di lokasi lain.
"Kami minta pemerintah agar tidak setengah-setengah membangun senderan karena wilayah yang terancam abrasi masih sangat luas," pintanya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 532 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 412 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 411 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 394 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik