Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Terus Merugi, Peternak Ayam Kontrakan Kandang
BERITABALI.COM, BANGLI.
Beberapa peternak ayam, khususnya yang memilki kandang ayam, kini banyak yang menghentikan usaha ternaknya, dan sebaliknya mengontrakan kandang ayam miliknya. fenomena ini banyak dilakukan oleh peternak ayam yang ada di Kecamatan Tembuku Bangli. dari pada rugi terus memeihara ayam lebih baik kandangnya dikontrakan saja, ujar peternak ayam, asal Dusun Penida A A Gede Agung.
Menurutnya ada sekitr empat puluh orang peternak ayam yang banting haluan, hal ini tidak terlepas dari hasil yang didapat dari memelihara ayam broiler, dimana lebih banyak ruginya.
Selama ini peternak ayam bekerjasama dengan distributor yang mensupplay bibit dan pakan. Dalam hitung–hitungan bisnis, dalam kontrak peternak sangat dirugikan oleh distributor
Lebih lanjut, A A Gede Agung yang sudah puluhan tahun menggeluti usaha ternak ayam broiler itu mengatakan, dalam mengembangkan usahanya itu para peternak bisanya bermintra dengan distributor.
Namun demikian sebelum adanya kerjasama itu biasanya para peternak wajib menyerahkan jaminan kepada distributor. “jaminan itu bisa berbentuk Sertifikat, BPKB atau yang lainnya,“ ujar Gede Agung seraya menambahkan disamping itu para peternak wajib menandatangani surat perjanjian, dimana dalam klausul perjanjian itu berisi jika hasil nya bagus maka keuntungan dibagi dua antara peternak dengan distributor, sementara kalau hasinya jeblok maka kerugian ditanggung sendiri oleh peternak.
kami hanya bermodal kandang saja dan biaya untuk operasional namun jika rugi terus lebih baik kandang dikontrakan kepada orang lain saja,tegasnya.
Untuk pembuatan kandang kapasitas 6000 ekor peternak harus merogoh kocek sebesar Rp 30 juta diluar biaya kontrak tanah. Saat ini harga kontrak kandang untuk kapasitas 6000 ekor sebesar Rp 6 juta/tahunnya. Sebebaranya usaha dari bisnis ayam broiler beberapa tahun lalu memang sangat menjanjikan, namun enam bulan belakangan ini banyak peternak yang mengalami kerugian, sehingga salah satunya jalan yaitu berhenti sementara memelihara ayam dan mengontrakkan kandang, ungkap Gede Agung.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3811 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1757 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang