Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Terus Merugi, Peternak Ayam Kontrakan Kandang

Kamis, 20 November 2008, 15:33 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BANGLI.

Beberapa peternak ayam, khususnya yang memilki kandang ayam, kini banyak yang menghentikan usaha ternaknya, dan sebaliknya mengontrakan kandang ayam miliknya. fenomena ini banyak dilakukan oleh peternak ayam yang ada di Kecamatan Tembuku Bangli.  dari pada rugi terus memeihara ayam lebih baik kandangnya dikontrakan saja, ujar peternak ayam, asal Dusun Penida A A Gede Agung.

 

Menurutnya ada sekitr empat puluh orang peternak ayam yang banting haluan, hal ini tidak terlepas dari hasil yang didapat dari memelihara ayam broiler, dimana lebih banyak ruginya.

Selama ini peternak ayam bekerjasama dengan distributor yang mensupplay bibit dan pakan. Dalam hitung–hitungan bisnis, dalam kontrak peternak sangat dirugikan oleh distributor

Lebih lanjut, A A Gede Agung yang sudah puluhan tahun menggeluti usaha ternak ayam broiler itu mengatakan, dalam mengembangkan usahanya itu para peternak bisanya bermintra dengan distributor.

Namun demikian sebelum adanya kerjasama itu biasanya para peternak wajib menyerahkan jaminan kepada distributor. “jaminan itu bisa berbentuk Sertifikat, BPKB atau yang lainnya,“ ujar Gede Agung seraya menambahkan disamping itu para peternak wajib menandatangani surat perjanjian, dimana dalam klausul perjanjian itu berisi jika hasil nya bagus maka keuntungan dibagi dua antara peternak dengan distributor, sementara kalau hasinya jeblok maka kerugian ditanggung sendiri oleh peternak.

 

kami hanya bermodal kandang saja dan biaya untuk operasional namun jika rugi terus lebih baik kandang dikontrakan kepada orang lain saja,tegasnya.

Untuk pembuatan kandang kapasitas 6000 ekor peternak harus merogoh kocek sebesar Rp 30 juta diluar biaya kontrak tanah. Saat ini harga kontrak kandang untuk kapasitas 6000 ekor sebesar Rp 6 juta/tahunnya. Sebebaranya usaha dari bisnis ayam broiler beberapa tahun lalu memang sangat menjanjikan, namun enam bulan belakangan ini banyak peternak yang mengalami kerugian, sehingga salah satunya jalan yaitu berhenti sementara memelihara ayam dan mengontrakkan kandang, ungkap Gede Agung.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/nod



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami