Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 1 November 2026
Supir Sembunyikan SS di tiang Sanggah
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Narkoba, sepertinya tak pernah habis di Bali. Walau sudah banyak yang ditangkap polisi, tapi masih ada yang mengedarkan atau pun memiliki. Seperti I Nyoman Darna (38) yang ditangkap lantaran menyimpan satu paket sabu-sabu (SS) yang disembunyikan di tiang sanggah (pura keluarga).
Selain tersangka, Polisi juga menangkap seorang pengedar bernama Wayan Sumarta (39). Darinya, polisi menyita sekitar 8 paket SS di rumahnya di Jalan Nuansa Utama Jimbaran.
Tertangkapnya dua tersangka narkoba ini berdasarkan penyelidikan Direktorat Narkoba Polda Bali, pada Sabtu (22/11) sekitar pukul 13.00 Wita.
Petugas menggeledah rumah tersangka Darna di jalan Simpati Kuta. Saat ditangkap tersebut polisi berhasil mengamankan 1 plastik klip kecil yang berisi sabu sebersat 0,6 gram. Saat pengerebekan terjadi, SS digenggam di tangan kanan tersangka.
Menurut Kepala Sub Bidang Dokumentasi dan Peliputan Bidang Humas Polda Bali, AKBP Made Parwatha, Kamis (4/12) kepada wartawan, usai menangkap tersangka, petugas melakukan penggeledahan di dalam gudang rumah tersangka.
Di tempat tersebut, polisi menemukan alat isap bong yang diduga milik tersangka.Setelah tersangka diperiksa, akhirnya mengaku SS diperolehnya dari Wayan Sumarta dan dibeli seharga Rp 700 ribu. Tak lama, Wayan Sumarta ditangkap di rumahnya di Jalan Nuansa Utama Jimbaran.
Penggerebekan pada Sabtu (22/11) sekitar pukul 17.00 Wita, polisi menemukan 1 plastik klip berisi sabu-sabu seberat 0,8 gram dan 7 plastik klip berisi sabu-sabu seberat 5,5 gram.
1 klip sabu tersebut ditemukan di diaas vaving blok tepatnya didepan pntu gerbang rumahnya. Sedangkan 7 palstik klip itu kita temukan di tiang penyangga sanggah cucuk (tempat menaruh banten, red) ucap Parwatha
Sementara itu, Wayan Sumarta mengaku, narkoba dipasoknya dari seorang bandar asal Jakarta, berinisial HCW. Atas perbuatan tersangka tersebut, pelaku bakal dijerat dengan Pasal 62 Undang-Undang RI No 5 Tahun 1997 tentang psikotropika, ancaman 5 tahun penjara.
Reporter: bbn/art
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan