Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ledakan Bom Disangka Pesta Kembang Api

Minggu, 7 Desember 2008, 15:01 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Meski berhasil lolos dari serangan terosis di Mumbai India, 5 WNI asal Bali mengaku masih trauma. Aksi teror yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya, kini melekat dalam ingatan mereka.

Setibanya di Bandara Ngurah Rai, ke 5 WNI ini yakni Anak Agung Komang Triastina, Ni Luh Gede Mahendrayani, Gusti Ayu Putu Sri Rahayu, Ni Komang Sri Arini, dan Ni Kadek Edi Darmayanti, berbagi kisah mereka saat menjadi sandera para teroris di hotel Trident Oberoi India.

Dalam press release yang dibagikan kepada para wartawan, ke 5 WNI ini menceritakan pengalamana mereka mulai awal serangan teroris hingga berhasil keluar dari hotel Oberoi.

Pada tanggal 26 November, pukul 10 malam, ke-5 spa therapist ini sudah menyelesaikan tugasnya dan kembali ke kamar masing-masing yang berada di lantai 10 hotel.

Saat aksi terror mulai berlangsung, mereka sedang menikmati makan malam yang tersedia di kamar 1024, kamar yang menghadap ke laut.

Pada saat makan malam, mereka sudah mendengar suara letusan kecil yang awalnya dikira petasan perayaan pesta perkawinan.

Selanjutnya mereka mendengar suara ledakan yang lebih keras. Hingga saat itu, mereka masih belum menyadari teroris tengah beraksi. Ledakan itu disangka pesta kembang api.

Saat tiga orang WNI ini melihat ke jendela, tiba-tiba kaca ruangan meledak dan pecah. Saat itu barulah mereka tersadar dan mulai ketakutan.

Ke-5 WNI kemudian berlari menuju kamar 1025, yakni kamar dengan pemandangan kebun. Di sana mereka bersembunyi bersama istri salah satu chef hotel dari Italia dan bayinya yang berumur 6 bulan.

Selama dua hari kita sembunyi terus di dalam kamar, suara ledakan terus terdengar. Kami hanya makan dan minum seadanya sampai dibebaskan Indian Army,kata salah seorang WNI Anak Agung Komang Triastina.

Selama bersembunyi di kamar 1025, ke-5 WNI terus mengadakan kontak dengan pihak manajemen hotel dan keluarga masing - masing. PIhak manajemen hotel juga yang memberitahu agar mereka tetap ada di dalam kamar hotel dan mengunci pintu.

Setelah semua keadaan terkendali, ke-5 WNI asal Bali ini akhirnya dievakuasi tentara India. Sejak keluar dari hotel hingga pulang ke Bali, mereka tinggal di Gedung Konsulat Jendral RI di Mumbai.


 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bul



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami