Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 26 Oktober 2026
Sambut Tahun Baru dengan Tarian Masal
Denpasar
Rabu, 31 Desember 2008,
22:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Menyambut datangnya tahun baru 2009, Pemerintah Kota melaksanakan berbagai kegiatan dari pelaksanaan festifal makanan hingga kegiatan kesenian. Untuk kegiatan kesenian kurang lebih ribuan penari dari 50 sanggar tari se-Kota Denpasar menunjukkan kebolehannya dengan melaksanakan tari masal di Lapangan Puputan Badung (31/12). Dalam tarian masal tampak penari-penari cilik yang turut menari sehingga sering mengundang gelak tawa bagi yang melihatnya.
Terkait dengan kegiatan seni dalam menyambut tahun baru, Nyoman Suarsa Ketua Panitia penyambutan tahun baru mengatakan untuk memeriahkan penyambutan tahun baru Pemkot Denpasar melaksanakan berbagai event. Salah satunya di bidang seni budaya. Dibidang seni budaya pihaknya mengaku melaksanakan berbagai kegiatan sepert tarian massal yang melibatkan 50 sanggar tari se-kota Denpasar. -Pelaksanaan tarian secara masal ini diharapkan mampu memelihara dan menjaga seni budaya Bali,- ujar Suarsa.
Lebih lanjut Ia menambahkan mengingat di era globalisasi ini budaya Bali sangat riskan terkena dampak negatif. Event yang dilaksanakan Pemkot Denpasar sesuai dengan visi kota Denpasar yang berwawasan budaya. Kegiatan kesenian lainnya berupa barong ngelawang dari Sekaa Barong Widia Bakti Pegok. Disamping melaksanakan tarian masal juga dilaksanakan berbagai lomba tradisional seperti lomba metajog, lomba menjunjung jun berisi air, serta lomba membuat ketupat. Kegiatan lomba ini menurut suarsa dikoordini oleh Sabha Yowana, Denpasar.
Sementara Pimpinanan Sanggar Sekar Rahayu Br. Pondok, Desa Peguyangan, Gede Sudiarcana saat ditemui disela-sela tari masal mengatakan kegiatan ini sangat bagus untuk melestarikan budaya Bali melalui seni. Dalam mengikuti kegiatan ini menurut Sudiarcana tidak ada persiapan khusus.
-Kita tidak melakukan persiapan khusus mengingat tari yang ditampilkan yaitu tari pendet dan tari panyembrahma telah diberikan pada ank didiknya,- ujar Sudiarcana. Ia berharap kegiatan semacam ini agar dilaksanakan secara rutin sehingga mengukung Kota Denpasar yang berwawasan budaya.
Terkait dengan jumlah penari yang dikirim Sudiarcana mengaku mengikutkan sebanyak 20 penari. Hal senada disampaikan Putu Suharini pimpinan sanggar tari Taksun Rare, Br. Kerta Bumi. Kegiatan semacam ini sungguh membuat semangat sanggar tari untuk selalu berlatih maksimal. -Saya sendiri berharap kegiatan ini lebih sering dilaksanakan. Meskipun setiap hari Sabtu dan Minggu telah dilaksanakan tari-tarian di lapangan Puputan Badung,- ujar Suharini.(Gst-Humas)
Terkait dengan kegiatan seni dalam menyambut tahun baru, Nyoman Suarsa Ketua Panitia penyambutan tahun baru mengatakan untuk memeriahkan penyambutan tahun baru Pemkot Denpasar melaksanakan berbagai event. Salah satunya di bidang seni budaya. Dibidang seni budaya pihaknya mengaku melaksanakan berbagai kegiatan sepert tarian massal yang melibatkan 50 sanggar tari se-kota Denpasar. -Pelaksanaan tarian secara masal ini diharapkan mampu memelihara dan menjaga seni budaya Bali,- ujar Suarsa.
Lebih lanjut Ia menambahkan mengingat di era globalisasi ini budaya Bali sangat riskan terkena dampak negatif. Event yang dilaksanakan Pemkot Denpasar sesuai dengan visi kota Denpasar yang berwawasan budaya. Kegiatan kesenian lainnya berupa barong ngelawang dari Sekaa Barong Widia Bakti Pegok. Disamping melaksanakan tarian masal juga dilaksanakan berbagai lomba tradisional seperti lomba metajog, lomba menjunjung jun berisi air, serta lomba membuat ketupat. Kegiatan lomba ini menurut suarsa dikoordini oleh Sabha Yowana, Denpasar.
Sementara Pimpinanan Sanggar Sekar Rahayu Br. Pondok, Desa Peguyangan, Gede Sudiarcana saat ditemui disela-sela tari masal mengatakan kegiatan ini sangat bagus untuk melestarikan budaya Bali melalui seni. Dalam mengikuti kegiatan ini menurut Sudiarcana tidak ada persiapan khusus.
-Kita tidak melakukan persiapan khusus mengingat tari yang ditampilkan yaitu tari pendet dan tari panyembrahma telah diberikan pada ank didiknya,- ujar Sudiarcana. Ia berharap kegiatan semacam ini agar dilaksanakan secara rutin sehingga mengukung Kota Denpasar yang berwawasan budaya.
Terkait dengan jumlah penari yang dikirim Sudiarcana mengaku mengikutkan sebanyak 20 penari. Hal senada disampaikan Putu Suharini pimpinan sanggar tari Taksun Rare, Br. Kerta Bumi. Kegiatan semacam ini sungguh membuat semangat sanggar tari untuk selalu berlatih maksimal. -Saya sendiri berharap kegiatan ini lebih sering dilaksanakan. Meskipun setiap hari Sabtu dan Minggu telah dilaksanakan tari-tarian di lapangan Puputan Badung,- ujar Suharini.(Gst-Humas)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5858 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2576 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2214 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026