Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Sambut Tahun Baru dengan Tarian Masal

Denpasar

Rabu, 31 Desember 2008, 22:05 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Menyambut datangnya tahun baru 2009, Pemerintah Kota melaksanakan berbagai kegiatan dari pelaksanaan festifal makanan hingga kegiatan kesenian. Untuk kegiatan kesenian kurang lebih ribuan penari dari 50 sanggar tari se-Kota Denpasar menunjukkan kebolehannya dengan melaksanakan tari masal di Lapangan Puputan Badung (31/12). Dalam tarian masal tampak penari-penari cilik yang turut menari sehingga sering mengundang gelak tawa bagi yang melihatnya.

Terkait dengan kegiatan seni dalam menyambut tahun baru, Nyoman Suarsa Ketua Panitia penyambutan tahun baru mengatakan untuk memeriahkan penyambutan tahun baru Pemkot Denpasar melaksanakan berbagai event. Salah satunya di bidang seni budaya. Dibidang seni budaya pihaknya mengaku melaksanakan berbagai kegiatan sepert tarian massal yang melibatkan 50 sanggar tari se-kota Denpasar. ”Pelaksanaan tarian secara masal ini diharapkan mampu memelihara dan menjaga seni budaya Bali,” ujar Suarsa.

Lebih lanjut Ia menambahkan mengingat di era globalisasi ini budaya Bali sangat riskan terkena dampak negatif. Event yang dilaksanakan Pemkot Denpasar sesuai dengan visi kota Denpasar yang berwawasan budaya. Kegiatan kesenian lainnya berupa barong ngelawang dari Sekaa Barong Widia Bakti Pegok. Disamping melaksanakan tarian masal juga dilaksanakan berbagai lomba tradisional seperti lomba metajog, lomba menjunjung jun berisi air, serta lomba membuat ketupat. Kegiatan lomba ini menurut suarsa dikoordini oleh Sabha Yowana, Denpasar.

Sementara Pimpinanan Sanggar Sekar Rahayu Br. Pondok, Desa Peguyangan, Gede Sudiarcana saat ditemui disela-sela tari masal mengatakan kegiatan ini sangat bagus untuk melestarikan budaya Bali melalui seni. Dalam mengikuti kegiatan ini menurut Sudiarcana tidak ada persiapan khusus.

”Kita tidak melakukan persiapan khusus mengingat tari yang ditampilkan yaitu tari pendet dan tari panyembrahma telah diberikan pada ank didiknya,” ujar Sudiarcana. Ia berharap kegiatan semacam ini agar dilaksanakan secara rutin sehingga mengukung Kota Denpasar yang berwawasan budaya.

Terkait dengan jumlah penari yang dikirim Sudiarcana mengaku mengikutkan sebanyak 20 penari. Hal senada disampaikan Putu Suharini pimpinan sanggar tari Taksun Rare, Br. Kerta Bumi. Kegiatan semacam ini sungguh membuat semangat sanggar tari untuk selalu berlatih maksimal. ”Saya sendiri berharap kegiatan ini lebih sering dilaksanakan. Meskipun setiap hari Sabtu dan Minggu telah dilaksanakan tari-tarian di lapangan Puputan Badung,” ujar Suharini.(Gst-Humas)
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami