Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 5 Mei 2026
Sambut Tahun Baru dengan Tarian Masal
Denpasar
Rabu, 31 Desember 2008,
22:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Menyambut datangnya tahun baru 2009, Pemerintah Kota melaksanakan berbagai kegiatan dari pelaksanaan festifal makanan hingga kegiatan kesenian. Untuk kegiatan kesenian kurang lebih ribuan penari dari 50 sanggar tari se-Kota Denpasar menunjukkan kebolehannya dengan melaksanakan tari masal di Lapangan Puputan Badung (31/12). Dalam tarian masal tampak penari-penari cilik yang turut menari sehingga sering mengundang gelak tawa bagi yang melihatnya.
Terkait dengan kegiatan seni dalam menyambut tahun baru, Nyoman Suarsa Ketua Panitia penyambutan tahun baru mengatakan untuk memeriahkan penyambutan tahun baru Pemkot Denpasar melaksanakan berbagai event. Salah satunya di bidang seni budaya. Dibidang seni budaya pihaknya mengaku melaksanakan berbagai kegiatan sepert tarian massal yang melibatkan 50 sanggar tari se-kota Denpasar. â€Pelaksanaan tarian secara masal ini diharapkan mampu memelihara dan menjaga seni budaya Bali,†ujar Suarsa.
Lebih lanjut Ia menambahkan mengingat di era globalisasi ini budaya Bali sangat riskan terkena dampak negatif. Event yang dilaksanakan Pemkot Denpasar sesuai dengan visi kota Denpasar yang berwawasan budaya. Kegiatan kesenian lainnya berupa barong ngelawang dari Sekaa Barong Widia Bakti Pegok. Disamping melaksanakan tarian masal juga dilaksanakan berbagai lomba tradisional seperti lomba metajog, lomba menjunjung jun berisi air, serta lomba membuat ketupat. Kegiatan lomba ini menurut suarsa dikoordini oleh Sabha Yowana, Denpasar.
Sementara Pimpinanan Sanggar Sekar Rahayu Br. Pondok, Desa Peguyangan, Gede Sudiarcana saat ditemui disela-sela tari masal mengatakan kegiatan ini sangat bagus untuk melestarikan budaya Bali melalui seni. Dalam mengikuti kegiatan ini menurut Sudiarcana tidak ada persiapan khusus.
â€Kita tidak melakukan persiapan khusus mengingat tari yang ditampilkan yaitu tari pendet dan tari panyembrahma telah diberikan pada ank didiknya,†ujar Sudiarcana. Ia berharap kegiatan semacam ini agar dilaksanakan secara rutin sehingga mengukung Kota Denpasar yang berwawasan budaya.
Terkait dengan jumlah penari yang dikirim Sudiarcana mengaku mengikutkan sebanyak 20 penari. Hal senada disampaikan Putu Suharini pimpinan sanggar tari Taksun Rare, Br. Kerta Bumi. Kegiatan semacam ini sungguh membuat semangat sanggar tari untuk selalu berlatih maksimal. â€Saya sendiri berharap kegiatan ini lebih sering dilaksanakan. Meskipun setiap hari Sabtu dan Minggu telah dilaksanakan tari-tarian di lapangan Puputan Badung,†ujar Suharini.(Gst-Humas)
Terkait dengan kegiatan seni dalam menyambut tahun baru, Nyoman Suarsa Ketua Panitia penyambutan tahun baru mengatakan untuk memeriahkan penyambutan tahun baru Pemkot Denpasar melaksanakan berbagai event. Salah satunya di bidang seni budaya. Dibidang seni budaya pihaknya mengaku melaksanakan berbagai kegiatan sepert tarian massal yang melibatkan 50 sanggar tari se-kota Denpasar. â€Pelaksanaan tarian secara masal ini diharapkan mampu memelihara dan menjaga seni budaya Bali,†ujar Suarsa.
Lebih lanjut Ia menambahkan mengingat di era globalisasi ini budaya Bali sangat riskan terkena dampak negatif. Event yang dilaksanakan Pemkot Denpasar sesuai dengan visi kota Denpasar yang berwawasan budaya. Kegiatan kesenian lainnya berupa barong ngelawang dari Sekaa Barong Widia Bakti Pegok. Disamping melaksanakan tarian masal juga dilaksanakan berbagai lomba tradisional seperti lomba metajog, lomba menjunjung jun berisi air, serta lomba membuat ketupat. Kegiatan lomba ini menurut suarsa dikoordini oleh Sabha Yowana, Denpasar.
Sementara Pimpinanan Sanggar Sekar Rahayu Br. Pondok, Desa Peguyangan, Gede Sudiarcana saat ditemui disela-sela tari masal mengatakan kegiatan ini sangat bagus untuk melestarikan budaya Bali melalui seni. Dalam mengikuti kegiatan ini menurut Sudiarcana tidak ada persiapan khusus.
â€Kita tidak melakukan persiapan khusus mengingat tari yang ditampilkan yaitu tari pendet dan tari panyembrahma telah diberikan pada ank didiknya,†ujar Sudiarcana. Ia berharap kegiatan semacam ini agar dilaksanakan secara rutin sehingga mengukung Kota Denpasar yang berwawasan budaya.
Terkait dengan jumlah penari yang dikirim Sudiarcana mengaku mengikutkan sebanyak 20 penari. Hal senada disampaikan Putu Suharini pimpinan sanggar tari Taksun Rare, Br. Kerta Bumi. Kegiatan semacam ini sungguh membuat semangat sanggar tari untuk selalu berlatih maksimal. â€Saya sendiri berharap kegiatan ini lebih sering dilaksanakan. Meskipun setiap hari Sabtu dan Minggu telah dilaksanakan tari-tarian di lapangan Puputan Badung,†ujar Suharini.(Gst-Humas)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 414 Kali
02
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 362 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 354 Kali
04
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026