Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 April 2026
Perhari Terima 40-50 Pasien Kasus Gigitan Anjing
Sanglah
BERITABALI.COM, DENPASAR.
rabies RS Sanglah Perhari Terima 40 50 Pasien Kasus Gigitan AnjingDalam satu satu bulan terakhir Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar rata-rata menerima 40-50 pasien kasus gigitan anjing perhari. Peningkatan pasien kasus gigitan anjing terjadi akibat ketakutan warga masyarakat akan penyebaran penyakit rabies yang semakin meluas di Bali.
Berdasarkan data RSUP Sanglah Denpasar, sebagian besar pasien korban gigitan anjing yang datang ke RSUP Sanglah yaitu untuk mendapatkan vaksin rabies setelah sebelumnya tergigit anjing.
Kepala Seksi Pelayanan Medik Rawat Jalan RSUP Sanglah dr. Ken Wirasandhi ketika ditemui Beritabali.com di Sanglah, Senin (2/2) menyebutkan umumnya pasien gigitan anjing langsung dibawa ke RSUP Sanglah tanpa mendapatkan perawatan awal berupa pembersihan luka gigitan dengan air bersih.
“Yang kita cemaskan, masyarakat saking takutnya tidak melakukan pencucian langsung datang ke tempat kesehatan, sedangkan butuh waktu satu sampai dua jam sampai ke Sanglah. Jadi waktu penyebaran lebih cepat. Makanya cuci dulu daerah gigitan dengan air dan sabun,” jelas Sekretaris Tim Penanganan Rabies RSUP Sanglah Denpasar ini.
Ken Wirasadhi menambahkan hingga saat ini tercatat 3 orang telah meninggal di RSUP Sanglah Denpasar setelah sebelumnya mengalami gejala klinis rabies. Sementara satu orang lainnya kini dalam perawatan setelah tergigit anjing, namun kondisinya mulai membaik dan tidak menunjukkan gejala klinis rabies.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3866 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1821 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang