Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Mandi di Laut, Dadong Tewas

Melaya

Selasa, 10 Februari 2009, 15:46 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Mandi di Laut Dadong TewasNasib apes menimpa dadong (nenek,red) Ni Nyoman Ranis (61), warga Dusun Melaya Krajan, Melaya. Pasalnya, Ranis ditemukan telah mengambang menjadi mayat di Pantai Sumbersari, Melaya. Diduga, Ranis tewas terseret arus saat sedang madi di pantai tersebut.

Dari informasi yang dikumpulkan mayat Ranis pertama kali dilihat mengambang oleh Aipda Putu Sukarata, anggota SPK Polsek Melaya yang saat itu sedang jalan-jalan di pantai bersama anaknya. Awalnya Sukarata mengira benda yang terapung itu adalah sampah yang hanyut dibawa banjir bandang dari sungai.

Namun setelah didekati ternyata onggokan tersebut merupakan sesosok mayat perempuan tua. Melihat hal tersebut, Sukarata kemudian menghubungi temannya, I Wayan Wirta, anggota intel Polsek Melaya. Kemudian Wirta menghubungi Kadus Sumbersari, I Nyoman Suata. Kemudian ketiganya meluncur ke lokasi penemuan mayat dan bersama-sama warga melakukan evakuasi. Setelah di tarik ke daratan, beberapa warga mengenali kalau mayat itu adalah Ni Nyoman Ranis.

Kabar ditemukannya mayat Ranis yang mengambang rupanya terdengar juga ke telinga I Ketut Denges (61), yang tidak lain adalah suami Ranis. Denges bergegas datang ke TKP untuk memastikan apakah benar mayat tersebut adalah istrinya. Dari penuturan Denges, diketahui kalau istrinya pamit untuk menengok anaknya yang tinggal di Sumbersari. Diduga sebelum menuju rumah anaknya, Ranis mandi di pantai tersebut.

Sayangnya, saat sedang mandi tiba-tiba ombak besar datang lalu menyeret tubuh Ranis. Lantaran kondisi yang sudah tua dan tidak bisa berenang, Ranis tidak kuasa menahan seretan arus sampai akhirnya tenggelam dan setelah meninggal mayatnya mengapung dan terdampar di pantai.

Kapolsek Melaya, AKP I Nengah Mandi seijin Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Suardana, Selasa (10/2) mengatakan menurut keterangan anak korban, Ranis memang sering jalan-jalan ke pantai dan mandi di pantai. Kemungkinan saat korban terseret arus tidak ada yang melihat sehingga korban tidak tertolong.


Manurut Mandi, dari hasil pemeriksaan dan visum luar mayat Ranis yang dilakukan Ni Luh Suartini, dokter Puskesmas Melaya, di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan. "Dugaannya korban meninggal murni karena tenggelam saat mandi di muara sungai lalu terseret arus ke laut, sebab ditubuh korban tidak ada tanda-tanda bekas kekerasan," terangnya. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/dey



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami