Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Dicakcak Massa, Pencuri Sarang Walet Tewas

Tabanan

Kamis, 26 Februari 2009, 06:37 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

malingAhmad Haery (33) asal Masbagik, Bontong Danger, Kabupaten Lombok Timur, NTB tewas dicakcak (dihajar) massa setelah ketahuan mencuri sarang walet di gudang milik Made Sumirda (59) di Dusun Darma Kaja, Desa Riang Gede, Penebel.

Aksi tersangka pertama kali diketahui korban sekitar pukul 01.45 dini hari karena mendengar alarm yang dipasang di gudangnya berbunyi.

Korban yang mengetahui kalau ada pencuri masuk ke gudangnya, tidak langsung mengecek ke lokasi, namun menginformasikan kepaada anaknya, kemudian ke kadus dan polsek penebel. Warga pun kemudian berkumpul dan mengurung lokasi.

Keadaan itu awalnya tidak diketahui tersangka yang berjumlah empat orang, setelah digerebek para tersangka kalangkabut.

Tiga tersangka berhasil kabur, salah satu tersangka yakni Haery berhasil diringkus. Haery yang saat itu membawa cerulit berusaha memberikan perlawanan.

Dasar maling lagi apes, warga berhasil meringkusnya dan melampiaskan kemarahan dengan menghajar Haery
hingga tewas.

Sebelum tewas dihajar tubuh Haery yang ceking dan bertato pada kakinya, sempat ditelanjangi oleh warga yang kemudian diseret ke dekat setra (kuburan) setempat.

Mayat Haery kemudian dibawa ke RSUD Tabanan oleh Polisi
dan dititip Kamar Mayat RSUD Tabanan. Sementara itu tiga pelaku berhasil kabur dari kejaran massa.

Polisi masih melacak keberadaan tiga pelaku, serta telah memintai keterangan korban dan mengamankan barang bukti cerurit, satu linggis dan sekarung sarang walet.


"Kami masih mengembangkan kasus ini, mudah-mudahan
ketiga pelaku dapat ditangkap,”jelas Kasat Reskrim AKP Polres Tabanan AKP Leo Martin Pasaribu, SIK didampingi Kapolsek Penebel AKP Made Rai Sudana. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/nod



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami