Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Longsor di Lodtunduh, Tembok Jebol, Lalin Macet

Ubud

Jumat, 27 Februari 2009, 20:44 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

LongsorBencana longsor Kamis (27/2) terjadi di wilayah Banjar Lodtunduh, Ubud, Gianyar. Kejadian itu menyebabkan panyengker ( tembok) Pura Pesamuan Subak Lod Tunduh dan Pura Hyang Api yang ambrol sepanjang hampir 40 meter.

Lokasi tembok jebol terjadi di areal tembok bagian utara. Belum cukup sampai di situ, wantilan pura berukuran kurang lebih 14 x 6 meter juga ambrol tergerus longsor.

Bahkan, Pura Angantaka dan bale kulkul yang masih satu areal juga terancam longsor. Di bawah kedua bangunan tersebut telah terdapat kubangan.

Jebolnya tembok ini membuat lalu lintas jalur Kengetan-Ubud ini lumpuh.

Pekaseh (pengurus irigasi) Lod Tunduh, Wayan Pali menyebutkan, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 17.30 sore.

“ Usia wantilan telah mencapai 15 tahun. Kami kaget dengan
kejadian ini,” kata Pali.

Mantan anggota DPRD Gianyar periode 1999- 2004 itu menegaskan, Kamis malam kawasan Lodtunduh memang diguyur hujan lebat. Kebetulan lokasi pura terletak di dataran tinggi yang tanahnya sangat labil.

Di bawah kawasan suci itu terdapat jalan utama yang menghubungkan wilayah Kengetan dan Lodtunduh.

Pali menambahkan, Pura Pesamuan Subak diempon (dirawat) oleh krama subak sekuub Uma Desa Lodtunduh. “ Total pengemponnya mencapai 160 KK,” ujar Pali.

Kejadian tersebut menyebabkan kerugian material mencapai ratusan juta rupiah. Cuma, berapa nominalnya belum bisa dihitung dengan pasti.

Kejadian tersebut menyebabkan jalan utama Kengetan- Lodtunduh tertutup karena jalan terhalang longsor. Beberapa pengendara motor terpaksa balik arah karena kendaraan tidak bisa lewat.

Sebagai pengempon pura dan pekaseh, Pali berharap Pemkab Gianyar memberikan bantuan atas kejadian tersebut.


“ Kami harap Pemkab memberikan bantuan agar beban krama subak lebih ringan,” harapnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/art



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami