Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 7 Mei 2026
3 Kawasan Wisata Tertutup Bagi Kampanye Terbuka
Renon
BERITABALI.COM, DENPASAR.
kampanyeKomisi Pemilihan Umum (KPU) Propinsi Bali memutuskan untuk menutup 3 kawasan wisata terbesar di Bali dari Kampanye Rapat Umum terbuka Parpol. Kawasan tersebut adalah Kawasan Wisata Kuta, Nusa Dua dan Ubud.
Ketua Pokja Kampanye KPU Propinsi Bali Dewa Wiarsa Rakasandhi ketika ditemui beritabali.com di Renon (4/3) menyampaikan penutupan kawasan wisata dari kampanye partai politik ini merupakan kesepakatan antara
parpol, KPU dan tokoh masyarakat. Selain itu juga terdapat kesepakatan untuk tidak memasang atribut kampanye di kawasan wisata.
“Termasuk atribut juga untuk pada tempat tersebut tidak dipasang. Kalau kita kembali pada sunstansi kampanye itu kampanye rapat umum dan kampanye atribut merupakan satu sisi dari kampanye. Sebab kampanye dalam bentuk
lain seperti simakrama masih bisa dilakukan” kata Dewa Wiarsa Rakasandhi.
Ketua Pokja Kampanye KPU Propinsi Bali Dewa Wiarsa Rakasandhi menambahkan khusus untuk kawasan wisata lainnya di Bali kita masih menunggu hasil kesepakatan antara tokoh masyarakat, Partai Politik dan KPU kabupaten
Kota.
Sedangkan terkait pelaksanaan Melasti atau penyucian peralatan Ibadah menjelang Nyepi bagi umat hindu, Partai politik di bali telah sepakat untuk membersihkan atribut kampanye yang terpasang di sepanjang
jalur-jalur pelaksanaan melasti.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 660 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 614 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 461 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 445 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik