Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 10 Mei 2026
Stok Serum Gigitan Ular di RSD Mangusada Menipis
BERITABALI.COM, BADUNG.
Persediaan Serum Anti Bisa Ular (SABU) di RSD Mangusada kini berada di bawah batas aman dan terus berfluktuasi.
Direktur RSD Mangusada, I Wayan Darta, mengungkapkan saat ini stok serum yang tersedia hanya tersisa 11 vial.
"Saat ini stok serum anti bisa ular yang kami miliki hanya tersisa 11 vial dan jumlahnya berubah-ubah setiap hari. Kondisi tersebut memang belum masuk kategori aman karena jumlahnya masih di bawah rata-rata kebutuhan pemakaian biasanya," jelasnya, Rabu (6/5/2026) di Mengwi, Badung.
Pihak manajemen rumah sakit mengakui tantangan utama adalah menjaga ketersediaan stok agar tidak sampai kosong, terutama karena pasokan dari distributor terbatas.
"Tantangan utamanya memang pada distributor karena barangnya terbatas, apalagi kalau kasus gigitan ular sedang naik. Kami di rumah sakit sebenarnya sudah melakukan pengadaan mandiri untuk menjaga ketersediaan serum ini," paparnya.
Serum yang tersedia digunakan untuk menangani berbagai jenis gigitan ular yang umum ditemukan di Indonesia, seperti kobra, ular belang, hingga ular tanah. Penanganan dilakukan dengan melihat efek bisa yang ditimbulkan, baik yang menyerang saraf maupun menyebabkan gangguan perdarahan.
"Serum yang ada ini untuk menangani gigitan ular kobra, ular belang, sampai ular tanah yang memang umum ditemukan di Indonesia. Kami melihat dulu efek bisanya seperti apa, apakah ada tanda sistemik seperti penurunan kesadaran, perdarahan, atau bengkak yang meluas cepat," katanya.
Terkait biaya, masyarakat tidak perlu khawatir karena serum anti bisa ular telah masuk dalam skema penjaminan BPJS Kesehatan.
"Meskipun harga serum ini mahal, tapi masyarakat bisa menggunakan BPJS Kesehatan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. Kami melayani semua pasien tanpa memandang asal daerah atau KTP, jadi rujukan dari luar wilayah pun tetap kami tangani," tegasnya.
RSD Mangusada juga memastikan koordinasi rujukan berjalan lancar, baik dari puskesmas maupun rumah sakit swasta. Jika pasien membutuhkan penanganan lanjutan yang lebih spesifik, akan dirujuk ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah.
"Kalau memang pasien butuh perawatan lanjut yang lebih spesifik, kami akan koordinasikan untuk dirujuk ke RSUP Ngoerah. Untuk rujukan dari RS swasta, kami minta koordinasi dulu dengan dokter spesialis kami agar penanganannya tepat sesuai kapasitas yang ada," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 966 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 785 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 608 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 565 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik