Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
34 DAS di Bali Masuk Kategori Kritis
Tanjung Bungkak
BERITABALI.COM, DENPASAR.
DASHasil penelitian Universitas Udayana menyebutkan dari 162 daerah aliran sungai (DAS) di Bali yang bermuara ke laut, 34 DAS diantaranya masuk dalam kategori kritis. Dimana pada daerah aliran sungai (DAS) tersebut telah terjadi banjir dan erosi pada bagian hulu. Sedangkan terjadi pendangkalan pada bagian hilir.
Peneliti daerah aliran sungai dari Universitas Udayana Prof. Dr. I Wayan Sandhi Adnyana ketika ditemui beritabali.com di Tanjung Bungkak (6/3) mengungkapkan daerah aliran sungai di Bali kini telah mulai kehilangan fungsinya. Terbukti anak-anak sungai tidak lagi mampu menampung debit air pada musim hujan sehingga terjadi banjir akibat air luapan sungai.
Sandhi Adnyana menyatakan banyak factor yang menyebabkan DAS menjadi kritis salah satunya adalah penyempitan sungai akibat pembangunan di sempadan sungai. “Kalau ada sungai perbandingan debit antara musim hujan dan kering tinggi, itu masuk dalam kategori rusak dia, Sedimennya tinggi juga rusak, pencemarannya tinggi juga rusak” Kata Sekretaris Pusat Penelitian dan Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Unud ini.
Peneliti daerah Aliran Sungai dari Universitas Udayana Wayan Sandhi Adnyana menambahkan laju kerusakan daerah aliran sungai di Bali setiap tahun terus meningkat. Sandhi Adnyana berharap pemerintah serius mengelola daerah aliran sungai guna meminimalisasi potensi banjir di sekitar daerah aliran sungai.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2961 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2022 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun