Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Diduga Dibunuh, Pasutri Ditemukan Tewas di Jurang

Denpasar

Senin, 16 Maret 2009, 15:31 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

pasutri tewas jurangPasangan suami istri (pasutri), Yosep Indrawan (40) dan Maria Meywati (37), yang menghilang sejak Rabu (11/03), akhirnya ditemukan telah menjadi mayat. Keduanya ditemukan tewas, pada Senin (16/03), dijurang sedalam 50 meter dikawasan Singaraja Begudul, tepatnya di Dusun Amerta Desa Pegayaman Sukasada, Buleleng.

Ada dugaan, pasutri yang tinggal di Perum Kesambi Raya A3 Kerobokan Kuta Utara Badung, dibunuh. Sebab, dari pengecekan ditubuh korban, ditemukan luka yang mengenaskan.

Informasi menyebutkan, mayat pasutri tersebut kali pertama ditemukan masyarakat setempat, sekitar pukul 10.00 Wita. Keanehan terjadi, saat warga melihat ada kerumunan anjing di dekat jurang.

“Masyarakat yang melintas di lokasi melihat ada kerumunan anjing. Dan setelah dilihat, ada mayat dua mayat tersangkut,” beber Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Gde Sugianyar, pada Senin (16/03).

Lokasi penemuan jasad pasutri, terletak di kilometer 18 Jalan Raya Singaraja Bedugul, Dusun Amerta, Desa Pegayaman Sukasada, Buleleng. Mayat keduanya ditemukan tersangkut di jurang sedalam 50 meter.

Saat ditemukan kondisi mayat sudah rusak dan sulit dikenali. Namun dari hasil penyelidikan, dibenarkan, bahwa jasad laki-laki bernama Yosep Indrawan. Dengan ciri-ciri tinggi 165 cm, kepala pontos, bercelana tiga perempat warna biru dongker dan berkaos coklat.

“Korban laki-laki mengalami luka kepala bagian belakang,” ungkapnya.

Sementara, Maria Meywati yang memiliki tinggi badan 163 cm, saat ditemukan mengenakan kaos hitam, celana tiga perempat dan ditemukan cincin kawin di jari manis. Korban Maria mengalami luka di bagian kaki kiri.

Untuk sementara ini, menurut Kombes Sugianyar, kepolisian masih menunggu hasil otopsi dari RSUP Sanglah. Dikatakan Sugianyar, meski ditemukan banyak luka di tubuh korban, polisi belum bisa memastikan apakah keduanya dibunuh.

Namun mengenai hilangnya mobil korban jenis Suzuki Swett tahun 2008 DK1304 AI seharga Rp 162 juta, ada dugaan bermotif perampokan dan kekerasan.


“Mobil saat ini belum ditemukan, masih kita lidik,” ujarnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami