Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 7 Mei 2026
Lalut Bantah Lakukan Serangan Fajar
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Diduga melakukan melakukan serangan fajar melalui orang suruhannya, I Putu Widhya Negara caleg PNBKI nomor urut 1 untuk DPRD Provinsi Bali Dapil Jembrana gerah. Widhya Negara yang akrab dipanggil Lalut membantah kalau dirinya melakukan serangan fajar wilayah dusun Pangkung Lubang, Pergung, Mendoyo.
Ketika ditemui, Sabtu (11/4), Lalut yang didampingi Nengah Rija, tokoh masyarakat Pergung, menegaskan kalau dirinya tidak pernah bagi-bagi uang kepada pemilih melalui tim suksesnya seperti yang dituduhkan I Gusti Ketut Wiarta dalam laporannya ke Panwaslu.
“Saya tegaskan saya tidak pernah bagi-bagi uang dan kartu nama,”tegasnya. Diungkapkan Lalut, dirinya hanya menitipkan kartu nama miliknya kepada I Nengah Rija dan tidak pernah memberikan kartu nama ke banyak orang. “Saya hanya titipkan ke Pak Rija saja karena saya sudah lama bersahabat dan Pak Rija tahu saya, baliho yang saya pasang cuma satu dan kartu nama yang dibagikan itu masih ngebon. Saat saya menitipkannya tidak ada embel-embel lain atau memberikan uang sepeserpun untuk dibagi-bagi,”terangnya.
Lalut juga membantah kalau dirinya menyuruh Nyoman Widana Yasa, orang yang dilaporkan Wiarta ke Panwaslu karena melakukan serangan fajar tersebut. “Saya tidak kenal orang itu dan saya juga tidak pernah memberi kartu nama kepada dia,” tandas seniman musik ini.
Lalut menduga serangan fajar tersebut merupakan salah satu upaya untuk menjatuhkan dirinya. “Bisa saja kartu nama yang diterima dari Pak Rija disebar lagi kepada pemilih dengan ditambahi uang atau kartu nama milik saya dibagikan bersamaan dengan pembagian kartu nama caleg lain yang berisi uang. Karena diterima oleh pemilih tersebut bersamaan maka ketika ada yang melihat lalu dikatakan kalau kartu nama saya yang berisi uang, padahal punya caleg lain,” terangnya.
Pengakuan Lalut tersebut dibenarkan oleh Nengah Rija. Menurut Rija hanya dirinya yang diberikan kartu nama oleh Lalut untuk menyebarkannya di wilayah Pergung tanpa ada uang sepeserpun. “Saya hanya diberi kartu nama tanpa sepeser uang pun, saya mau membantu Lalut karena saya dari lama sudah berteman baik,”tandasnya.
Rija menambahkan begitu mendengar ada laporan serangan fajar yang dilakukan Widanayasa masuk ke Panwaslu yang menyangkut Lalut, dirinya langsung menanyakan kepada Lalut apakah pernah menyuruh Widanayasa membagikan kartu nama serta uang Rp. 15 ribu. “Lalu dijawab Lalut kalau dirinyatidak pernah menyuruh orang lain selain saya untuk membagikan kartu namanya,” ungkapnya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 705 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 649 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 477 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 461 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik