Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 April 2026
Peternak Protes Penyebutan Nama Flu Babi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Peternak dan gabungan pengusaha babi di Bali memprotes penggunaan nama babi pada flu babi yang mewabah di dunia belakangan ini. Mereka meminta agar nama flu babi diganti dengan nama lainnya, karena telah berdampak negatif pada usaha mereka.
Hal ini disampaikan oleh para perwakilan peternak dan gabungan pengusana babi (GUBI) saat bertemu dengan Kepala Dinas Peternakan Bali di Denpasar, hari ini. Para peternak dan pengusaha babi ini datang dari beberapa kabupaten di Bali.
Dalam pertemuan ini, para peternak dan gabungan pengusaha babi Bali menyampaikan protes terkait penggunaan nama flu babi. Penggunaan nama babi pada flu babi dinilai tidak adil dan merugikan usaha mereka.
Salah seorang peternak asal Sesetan Denpasar mengakui, setelah wabah flu H 1 N 1 yang disebut flu babi merebak belakangan ini, harga daging babi yang dijualnya turun.
“Sebelumnya kita bisa jual Rp 17 ribu se kilo, sekarang turun jadi Rp 15.800 sampai Rp 16.000. Dulu, setiap 3 hari sekali, babi piaraan saya sudah ada yang beli, sekarang, dua minggu belum juga laku,” kata I Wayan Jujur, peternak babi dari Sesetan.
“Penyebutan nama flu babi memang membuat resah kalangan peternak, oleh karena itu kita usulkan agar diganti saja penyebutannya dengan flu H 1 N 1 atau flu Meksiko,” ujar Kepala Dinas Peternakan Bali, Ida Bagus Alit.
Berdasarkan data Dinas Peternakan Bali, jumlah populasi babi di Bali kini mendekati angka satu juta ekor. Babi yang dipelihara di Bali terdiri dari tiga jenis yakni Babi Bali, Saddle Back, dan Landrase.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3851 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1797 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang