Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Peternak Protes Penyebutan Nama Flu Babi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Peternak dan gabungan pengusaha babi di Bali memprotes penggunaan nama babi pada flu babi yang mewabah di dunia belakangan ini. Mereka meminta agar nama flu babi diganti dengan nama lainnya, karena telah berdampak negatif pada usaha mereka.
Hal ini disampaikan oleh para perwakilan peternak dan gabungan pengusana babi (GUBI) saat bertemu dengan Kepala Dinas Peternakan Bali di Denpasar, hari ini. Para peternak dan pengusaha babi ini datang dari beberapa kabupaten di Bali.
Dalam pertemuan ini, para peternak dan gabungan pengusaha babi Bali menyampaikan protes terkait penggunaan nama flu babi. Penggunaan nama babi pada flu babi dinilai tidak adil dan merugikan usaha mereka.
Salah seorang peternak asal Sesetan Denpasar mengakui, setelah wabah flu H 1 N 1 yang disebut flu babi merebak belakangan ini, harga daging babi yang dijualnya turun.
“Sebelumnya kita bisa jual Rp 17 ribu se kilo, sekarang turun jadi Rp 15.800 sampai Rp 16.000. Dulu, setiap 3 hari sekali, babi piaraan saya sudah ada yang beli, sekarang, dua minggu belum juga laku,” kata I Wayan Jujur, peternak babi dari Sesetan.
“Penyebutan nama flu babi memang membuat resah kalangan peternak, oleh karena itu kita usulkan agar diganti saja penyebutannya dengan flu H 1 N 1 atau flu Meksiko,” ujar Kepala Dinas Peternakan Bali, Ida Bagus Alit.
Berdasarkan data Dinas Peternakan Bali, jumlah populasi babi di Bali kini mendekati angka satu juta ekor. Babi yang dipelihara di Bali terdiri dari tiga jenis yakni Babi Bali, Saddle Back, dan Landrase.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan