Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Galangan Kapal Jadi Rongsokan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Galangan (docking) kapal di Pelabuhan Nusantara Pengambengan yang dibangun dengan biaya Rp. 2,6 miliar mangkrak. Pasalnya proyek yang dibiayai dari DAK tahun 2006 tersebut tidak pernah dimanfaatkan sehingga kondisinya mirip besi rongsokan.
Pantauan beritabali.com di lokasi, Kamis (7/5) berbagai peralatan yang terbuat dari besi sudah karatan dan mulai keropos. Tanaman semak liar pun tumbuh subur di lokasi itu. Bahkan lantaran lama tidak terpakai, bangunan tempat mesin penarik kapal beralih fungsi menjadi warung dan dijadikan tempat istirahat nelayan serta pekerja di sekitar lokasi itu.
“Kalau begini namanya bukan lagi galangan kapal tapi rongsokan besi tua yang tidak berguna,”ujar Ketua Komisi B DPRD Jembrana, I Nyoman Suheng Kusumayasa ketika menengok kondisi galangan kapal tersebut, Kamis (7/5). Dari catatannya, kata Suheng, belum pernah sekalipun galangan kapal tersebut digunakan.
“Ironisnya, warga sekitarnya banyak yang tidak tahu keberadaan galangan kapal itu. Ini namanya proyek mubasir,” tandasnya. Selain karena kondisinya, kata Suheng, tidak bakal ada kapal yang mau ngedok di galangan kapal tersebut karena tidak ada kapal di Pengambengan yang menggunakan mesin di dalam.
“Semua kapal di Pengambengan ini menggunakan mesin di luar. Jadi pemilik perahu lebih memilih memperbaiki perahunya di pantai daripada masuk ke galangan kapal ini,” katanya.
Menurut Suheng, mubazirnya proyek ini lantaran perencanaannya yang kurang bagus. “Semestinya dalam perencanaannya lebih mendalam. Kalau seperti ini lebih baik diputihkan saja ketimbang diperbaiki biayanya pasti lebih banyak,” ujarnya. Nanti, kata Suheng, jika nanti kapal dari Benoa sudah dipindahkan barulah dikembangkan lagi.
IB Putu Arnawa, salah seorang anggota dewan lainnya dan Wakil Ketua DPRD Jembrana, IGN Komang Yasa Negara yang ikut dalam kunjungan tersebut sepakat kalau galangan kapal ini diputihkan saja dengan dilelang kiloan. “Daripada miliaran rupiah hilang sia-sia, lebih baik dijual kiloan saja, hitung-hitung kembali satu persen saja kan lumayan,”ungkap Arnawa.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3805 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang