Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Galangan Kapal Jadi Rongsokan

Kamis, 7 Mei 2009, 17:14 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Galangan (docking) kapal di Pelabuhan Nusantara Pengambengan yang dibangun dengan biaya Rp. 2,6 miliar mangkrak. Pasalnya proyek yang dibiayai dari DAK tahun 2006 tersebut tidak pernah dimanfaatkan sehingga kondisinya mirip besi rongsokan.

Pantauan beritabali.com di lokasi, Kamis (7/5) berbagai peralatan yang terbuat dari besi sudah karatan dan mulai keropos. Tanaman semak liar pun tumbuh subur di lokasi itu. Bahkan lantaran lama tidak terpakai, bangunan tempat mesin penarik kapal beralih fungsi menjadi warung dan dijadikan tempat istirahat nelayan serta pekerja di sekitar lokasi itu.

“Kalau begini namanya bukan lagi galangan kapal tapi rongsokan besi tua yang tidak berguna,”ujar Ketua Komisi B DPRD Jembrana, I Nyoman Suheng Kusumayasa ketika menengok kondisi galangan kapal tersebut, Kamis (7/5). Dari catatannya, kata Suheng, belum pernah sekalipun galangan kapal tersebut digunakan.

“Ironisnya, warga sekitarnya banyak yang tidak tahu keberadaan galangan kapal itu. Ini namanya proyek mubasir,” tandasnya. Selain karena kondisinya, kata Suheng, tidak bakal ada kapal yang mau ngedok di galangan kapal tersebut karena tidak ada kapal di Pengambengan yang menggunakan mesin di dalam.

“Semua kapal di Pengambengan ini menggunakan mesin di luar. Jadi pemilik perahu lebih memilih memperbaiki perahunya di pantai daripada masuk ke galangan kapal ini,” katanya.

Menurut Suheng, mubazirnya proyek ini lantaran perencanaannya yang kurang bagus. “Semestinya dalam perencanaannya lebih mendalam. Kalau seperti ini lebih baik diputihkan saja ketimbang diperbaiki biayanya pasti lebih banyak,” ujarnya. Nanti, kata Suheng, jika nanti kapal dari Benoa sudah dipindahkan barulah dikembangkan lagi.

IB Putu Arnawa, salah seorang anggota dewan lainnya dan Wakil Ketua DPRD Jembrana, IGN Komang Yasa Negara yang ikut dalam kunjungan tersebut sepakat kalau galangan kapal ini diputihkan saja dengan dilelang kiloan. “Daripada miliaran rupiah hilang sia-sia, lebih baik dijual kiloan saja, hitung-hitung kembali satu persen saja kan lumayan,”ungkap Arnawa. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/dey



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami