Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Belum Ada Rencana Aksi Yang Tepat
Sanur
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Komite nasional pengendalian flu burung dan kesiap siagaan menghadapi pandemic influenza (Komnas FBPI) memutuskan untuk melakukan surveilens masal. Keputusan ini sebagai tidaklanjut penyebaran penularanflu A atau H1N1 yang terjadi secara meluas di beberapa daerah di Indonesia.
2 susfec flu A teridentifikasi di Makasar, 10 susfec di kepulauan Riau, 5 suspect di Banten dan 40 suspect di Batam. Kondisi tersebut merupakan bagian dari scenario simulasi penanganan flu A/H1N1 di Sanur Bali.
Simulasi antar pemerintah daerah ini sebagai atisipasi penanganan flu A di Indonesia. Ketua Tim Control AI dan Kesiapsiagaan Pandemi Unicef Indonesia Suzana Dyne pada keteranganya di Sanur (19/5) menyatakan simulasi antar pemerintah daerah ini bertujuan untuk melihat koordinasi antar daerah jika terjadi penularan flu A di Indonesia. Apalagi belum ditemukan rencana aksi yang tepat dalam penanggulangan flu A
"Dunia ini tidak tahu sebetulnya aksi apa yang paling bagus. Karena itu kita harus coba dan belajar dari pandemic lain. Seperti tahun 1918 seperti di Amerika, ada satu bagian Amerika yang tutup sekolah. Tetapi ada daerah lain yang tidak,” jelas Suzana Dyne.
Ketua Tim Control AI dan Kesiapsiagaan Pandemi Unicef Indonesia Suzana Dyne berharap pemerintah daerah di Indonesia lebih intensif melakukan koordinasi untuk menghindari upaya pencegahan secara sektoral. Belum lagi wilayah Indonesia yang cukup luas menjadi salah satu hambatan dalam melakukan penanganan secara cepat.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Kasus Penjualan Gading Gajah di Tampaksiring Masuk Tahap Penuntutan
Dibaca: 1015 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli