Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




SBY : Capres Jangan Jual Angin Surga

Minggu, 24 Mei 2009, 18:14 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Suhu politik menjelang pemilihan presiden semakin menghangat. Dalam kunjungan ke Pasar Seni Sukawati Gianyar hari ini calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta kepada para capres lainnya agar jangan menjual angin surga atau janji-janji yang tidak realistis kepada rakyat.

Hal ini disampaikan SBY saat melakukan kunjungan mendadak ke Pasar Seni terbesar di Bali siang ini. Dalam kunjungan ini SBY tampak di elu-elukan ratusan pengunjung pasar dan pedagang yang berebut untuk bersalaman dengan salah capres Pilpres 2009 ini.

Dalam kunjungan di pasar ini, SBY yang didampingi first lady Ani Yudhoyono, menyempatkan diri untuk mengeluarkan sentilan politik kepada 2 capres lainnya.

“Dalam pilpres kali ini saya mengimbau para capres agar jangan memberikan atau menjual angin surga, dengan menjanjikan pertumbuhan ekonomi yang tidak masuk akal serta janji-janji yang tidak realistis kepada rakyat. Pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen sangat sulit bisa diwujudkan di tengah krisis ekonomi global seperti sekarang ini,” ujar SBY.

Menurut capres dari Partai Demokrat ini, berdasarkan pengalamannya memimpin negeri ini, ia menganggap tidak mudah meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang melambung tinggi. Pertumbuhan 5 persen saja, menurut SBY, tidak mudah untuk diraih dalam kepemimpinannya.

“Saya merasa bersyukur dalam 4,5 tahun terakhir Indonesia mengalami pertumbuhan 6 persen, dan jika saja dunia tidak mengalami krisis global maka seharusnya pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh 7 persen,” ujarnya.

SBY beryakinan jika ia terpilih dan menjadi presiden lagi, maka pada akhir 2014, pertumbuhan ekonomi akan mencapai 7 persen.

“Jika hanya mengejar pertumbuhan saja, maka bisa mencapai 8 hingga 9 persen, akan tetapi kemiskinan tidak akan berkurang banyak, pengangguran semakin meningkat, masyarakat kecil akan terlupakan, sehingga yang untung masyarakat menengah ke atas,” imbuhnya. 

 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami