Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 1 Mei 2026
Diotaki Adik Bupati Bangli
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Polda Bali menyatakan, pembunuh Redaktur koran Radar Bali, AA Narendra Prabangsa diotaki oleh Nyoman Susrama. Adik Bupati Bangli ini diduga telah merencanakan pembunuhan terhadap Prabangsa, pada 11 Pebuari 2009 lalu, bersama 6 anak buahnya.
Enam anak buah Susrama yakni Komang Gede, Nyoman Rencana, I Komang Gede Wardana alias Mangde, Dewa Sumbawa, Endy dan Jampes. Keenam tersangka memiliki peran masing masing dalam pembunuhan itu.
Menurut Kapolda Bali Irjen Pol. T. Ashikin Husein, Senin (25/5), motif pembunuhan ini telah direncanakan oleh Nyoman Susrama, terkait pemberitaan proyek dinas pendidikan yang ditulis oleh korban, yang berjudul "Penyimpangan Proyek Disdik di Bangli".
Akibat pemberitaan tersebut, adik Bupati Bangli Nengah Arnawa ini sakit hati dan berencana membunuh korban. Caleg yang lolos masuk menjadi anggota DPRD Bangli ini, merencanakan pembunuhan pada tanggal 11 Febuari sekitar pukul 14.00 Wita."Pembunuhan terhadap wartawan Prabangsa sudah direncanakan," tegas Kapolda.
Tersangka Nyoman Susrama yang bertindak sebagai pengawas proyek Disdik, pasca kejadian, menghubungi Komang Gede untuk menjemput korban di Taman Bali.
Sekira pukul 15.00 Wita, di Taman Bali, korban dijemput oleh Komang Gede, Rencana, dan Mangde dengan menggunakan mobil sedan Civic LX warna hijau muda metalik.Selanjutnya almarhum Prabangsa dibawa ke rumah Nyoman Susrama di Banjar Bebalang Bangli.
Sebelum korban tiba, sekitar pukul 16.10 Wita, dengan mengendarai mobil Kijang Krista warna hitam Nyoman Susrama bersama sopirnya, Dewa Sumbawa, tiba di rumah di Banjar Petak Bangli.
Di sana, dia melihat 4 anak buahnya bersama korban. Selanjutnya, korban dikeler ke belakang rumah secara beriringan oleh para pelaku dengan kondisi tangan dilipat ke belakang.
Setelah tiba di belakang rumah, Nyoman Susrama yang dendam terhadap korban terkait pemberitaan, menyuruh tersangka Rencana dan Magde, untuk menghabisi nyawa korban.
Tanpa menunggu aba aba lagi, Rencana dan Mangde langsung menghajar kepala belakang korban berulang kali dengan balok kayu. Korban langsung terkapar bermandikan darah dalam keadaan tewas. Dalam kondisi tewas, para pelaku menggotong mayat korban ke salah satu kamar paling timur.
Nyoman Susrama yang memantau eksekusi itu, memerintahkan anak buahnya, tersangka Jampes dan Endy untuk membersihkan darah yang berceceran di halaman belakang rumah. Dengan cara menimbun ceceran darah dengan pasir.
Sekitar pukul 21.30 Wita, mereka pun berencana membuang mayat korban ke laut. Korban dibawa keluar rumah dengan menggunakan mobil Kijang warna hijau oleh Mangde dan Rencana menuju Padang Bai Karangasem.Pada akhirnya, jasad korban ditemukan masyarakat, tewas menggambang pada 16 Febuari lalu di perairan Teluk Bungsil, Karangasem.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang