Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Bos Pabrik ‘Arak Beracun’ Dijerat 20 Tahun Penjara
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bos pabrik minuman keras (miras) UD. Tri Hita Karya di Jalan Panji Nomor II B Desa Dalung, Badung, dijerat dalam pasal berlapis yang ancamannya hingga 20 tahun.Ancaman berat ini dilakukan karena arak yang diproduksi mengandung methanol melebihi ambang batas dan tidak layak dikomsumsi manusia.
Demikian dijelaskan Direktur Reskrim Polda Bali Kombes Wimar Marpaung, Senin (1/5) di Mapolda Bali. Katanya, penyelidikan ini berdasarkan hasil penyelidikan reskrim, labfor maupun sat narkoba Polda.
Dimana, sejumlah lokasi yang meliputi pedagang arak, dan para keluarga korban yang tewas, indikasi produksi ‘arak beracun’, mengarah kepada UD. Tri Hita Karya, selaku pemasok minuman arak di sejumlah wilayah di Bali.
Akibatnya, polisi telah melakukan penyegelan terhadap UD. Tri Hita Karya Polda Bali dan telah menahan dua orang tersangka. Yakni pemilik UD. Tri Hita Karya Ir. Made Rai Suweca dan seorang karyawanya I Putu Suastana yang bertugas di bagian pengoplosan arak.
Kombes Marpaung mengatakan, sesuai hasil penelitian labfor kandungan methanol terjadi pada arak setelah masuk dalam tangki II di bagian pengoplosan.
Ada tiga kesimpulan diambil. Pertama unsure kelalaian karena ketidak-tahuan, kedua unsur sabotase yang dilakukan pengusaha pesaingnya dan yang ketiga keinginan pemilik usaha untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak, ini masih dalam penyelidikan.
Hingga memasuki dua pekan korban tewas akibat arak methanol terus berjatuhan dan tak hanya menelan korban pribumi tapi juga warga negara asing (WNA).
Dari catatan kepolisian Polda Bali sebanyak 23 korban meregang nyawa di berbagai wilayah seperti Kabupaten Badung, Tabanan, Gianyar dan Denpasar dua orang adalah
WNA yakni Allan Collin (52) pria asal Inggris yang telah lama tinggal di Desa Canggu, Kabupaten Badung dan Rose Jhonson (48) bule wanita asal Amerika.
Mengenai pasal yang dikenakan terhadap bos pabrik, Kombes Marpaung mengatakan tersangka dikenakan pasal berlapis. Yakni Pasal 204 dan 359 KUHP Undang-Undang No.23 tentang Kesehatan, Undang-Undang No.96 tentang Pangan dan Undang-undang No.8 tentang Perlindungan Konsumen. Dengan ancaman 15 hingga 20 tahun penjara.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan