Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Presiden Tak Lagi

Renon

Sabtu, 6 Juni 2009, 20:03 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XXXI 2009 boleh dibilang tampil beda. Pasalnya, pada acara pembukaannya yang dijadualkan pada Sabtu (13/6) akan dibuka langsung Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, dan bukan Presiden RI sebagaimana tradisi yang berlaku selama ini.

"Ya, pembukaan PKB XXXI nanti akan dilakukan Pak Gubernur (Mangku Pastika), dan tidak Presiden," ujar Made Santa, SE,M.Si, Sekretaris Panitia PKB XXXI, di Renon, Sabtu (6/6). Upacara pembukaannya akan dilakukan di Banjar Kayumas, sebelah timur Gedung Jayasabha, sekaligus menjadi garis start pawai.

Ditanya apakah perubahan format pawai yang drastis ini ada kaitan dengan politik, Santa menegaskan tidak ada sama sekali. Alasan pokoknya semata-mata untuk lebih memberikan kesempatan lebih banyak kepada seniman peserta pawai dalam mempertontonkan kesenian yang diusungnya. Sementara masyarakat penonton juga lebih banyak bisa mengapreasiasi suguhan seni dari peserta pawai.

Hal ini, menurut Santa, karena sepanjang jalur pawai yang dilalui akan ada tiga panggung masing-masing di Banjar Kayumas, Kelandis dan berakhir di Banjar Bengkel. Berbeda dengan yang dilakukan di Renon, yang panggungnya hanya satu (panggung Presiden), sehingga setelah melewati panggung itu, peserta pawai cenderung tampil tidak karuan bahkan bubar.

Seperti biasa, PKB XXXI 2009 ini juga diikuti peserta asing sebanyak 5 negara, yakni Jepang (4 grup), Thailand, AS, Meksiko, dan China. Sedangkan peserta luar Bali sebanyak 12 provinsi, antara lain Sumsel, Sulut.

Kegiatan PKB yang akan berlangsung sebulan penuh ini bakal menggelar 180 jenis kesenian dengan melibatkan sekitar 14 ribu seniman, dengan total kegiatan sampai 200 kegiatan.

Ditanya dana yang dianggarkan, Santa menyebutkan sebesar Rp 3,9 miliar, atau naik Rp 80 juta dibandingkan tahun lalu. Dari dana itu, Rp 2,8 miliar didistribusikan kepada kelompok kesenian/sekaa se-Bali, dan Rp 1,1 miliar dialokasikan ke seksi-seksi termasuk pengadaan piagam termasuk hadiah lomba. "Sedangkan dana yang dianggarkan ke sekretariat hanya Rp 68 juta," pungkas Santa. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sin



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami