Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 5 November 2026
Kapal Ngedok, Angkutan Barang Ngantri
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beberapa hari belakangan ini, suasana penyeberangan di Selat Bali rutin diwarnai dengan antrian kendaraan, utamanya kendaraan barang. Pasalnya, beberapa kapal yang rutin melayani penyeberangan di Selat Bali tersebut ngedok sehingga jumlah kapal yang beroperasi berkurang.
Dari informasi yang dihimpun, antrian kendaraan yang didominasi oleh kendaraan barang ini disebabkan karena adanya sejumlah kapal yang masih ngedok untuk perbaikan. Tercatat masih ada empat kapal yang masih ngedok yakni kapal motor penumpang (KMP) Nusa Makmur, Mutis, Darma Rucitra dan Gilimanuk II. Sejumlah kapal lainnya masih menjalani perbaikan ringan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jatim.
“Memang jumlah kapal yang berlayar berkurang sehingga penyeberangan sedikit terhambat akibatnya hampir setiap hari terjadi antrian meski tidak panjang,” ujar seorang petugas pelabuhan.
Akibat terhambatnya arus penyeberangan, hampir setiap malam sejak pukul 22.00, truk dan bus AKAP serta bus Pariwisata meluber di parkir Pelabuhan Gilimanuk bahkan sampai ke ke jalan menuju pelabuhan. Rata-rata setiap truk dan bus harus ngantri 2-3 jam untuk bisa naik kapal.
Syahbandar Gilimanuk, Dewa Nyoman Kari ketika dikonfirmasi, Minggu (21/6) membenarkan kalau antrian itu disebabkan karena 4 KMP yang masih ngedok serta beberapa kapal lainnya sedang menjalani perbaikan ringan.
“Biasanya antrian hanya terjadi pada hari Senin namun beberapa hari belakangan ini antrian terus terjadi meski tidak panjang dan lama,”terangnya. Menurut Kari, pihaknya menerapkan pola kapal penuh langsung berangkat untuk mengatasi antrian lama dan panjang. “Dengan pola ini maka sebelum pagi menjelang, antrian kendaraan sudah berhasil diseberangkan semuanya,” pungkasnya. (dey)
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 616 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 502 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan