Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Cegah Penyebaran Virus H1N1, Babi Disemprot

Jumat, 26 Juni 2009, 16:51 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Adanya pasien positif terjangkin virus H1N1 membuat semua pihak kelabakan. Kecemasan itu kian bertambah saat ditemukan 2 orang wisatawan Australia yang berstatus suspect dan 5 lainnya masih disreening suhu tubuhnya. Akibatnya, semua upaya pencegahan dilakukan untuk mengatasi penyebaran virus H1N1 sebagai penyebab penyakit flu babi.



Kendati penyakit mematikan itu belum teridentifikasi di Jembrana namun Pemkab Jembrana memilih melakukan langkah antisipasi mencegah penyebaran virus tersebut, yang salah satunya melakukan penyemprotan desinfektan massal terhadap ratusan kandang babi milik masyarakat serta pembagian desinfektan kepada para peternak babi.



Hal tersebut terpantau saat petugas dari Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan (Perkutut) melakukan
penyemprotan, Jumat (26/6). Langkah antisipasi ini akan terus berlanjut dengan menyasar pula kandang-kandang babi skala kecil milik masyarakat, tandas Kadis Perkutut, I GN Sandjaja di sela-sela penyemprotan.

 

 



Selain dengan penyemprotan, Sanjaja mengharapkan agar masyarakat selalu menjaga kebersihan kandang. Itu adalah kunci agar hewan peliharaan kita terhindar dari segala penyakit, katanya. Terkait dengan semakin maraknya kasus flu babi, Sandjaja mengharapkan agar masyarakat tidak panik namun tetap waspada.



Sejumlah peternak babi juga mengaku khawatir dengan merebaknya kasus flu babi ini. I Nengah Ardika misalnya. Peternak babi asal Dusun Tibu Kleneng, Perancak mengaku cemas karena bisa jadi gara-gara penyakit ini usaha yang dipupuk sejak lama ambruk. Kalau sampai babi-babi saya mati karena tertular penyakit, tentu saya juga rugi.



Modal peternakan ini cukup lumayan, kata Ardika yang mengaku hanya mengusahakan penjualan bibit babi. Namun, hingga saat ini, Ardika mengaku harga anak babi masih normal, berkisar Rp. 350 ribu per ekornya untuk babi berusia 60 hari. Dari data yang dihimpun, populasi babi di Jembrana mencapai 107 ribu ekor lebih yang didominasi oleh jenis babi landrace dengan populasi mencapai 79 ribu lebih. Sisanya babi jenis sadle back dengan populasi 18 ribu lebih dan babi bali sebanyak 9 ribu lebih. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sin



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami