Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Cegah Penyebaran Virus H1N1, Babi Disemprot
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Adanya pasien positif terjangkin virus H1N1 membuat semua pihak kelabakan. Kecemasan itu kian bertambah saat ditemukan 2 orang wisatawan Australia yang berstatus suspect dan 5 lainnya masih disreening suhu tubuhnya. Akibatnya, semua upaya pencegahan dilakukan untuk mengatasi penyebaran virus H1N1 sebagai penyebab penyakit flu babi.
Kendati penyakit mematikan itu belum teridentifikasi di Jembrana namun Pemkab Jembrana memilih melakukan langkah antisipasi mencegah penyebaran virus tersebut, yang salah satunya melakukan penyemprotan desinfektan massal terhadap ratusan kandang babi milik masyarakat serta pembagian desinfektan kepada para peternak babi.
Hal tersebut terpantau saat petugas dari Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan (Perkutut) melakukan
penyemprotan, Jumat (26/6). Langkah antisipasi ini akan terus berlanjut dengan menyasar pula kandang-kandang babi skala kecil milik masyarakat, tandas Kadis Perkutut, I GN Sandjaja di sela-sela penyemprotan.
Selain dengan penyemprotan, Sanjaja mengharapkan agar masyarakat selalu menjaga kebersihan kandang. Itu adalah kunci agar hewan peliharaan kita terhindar dari segala penyakit, katanya. Terkait dengan semakin maraknya kasus flu babi, Sandjaja mengharapkan agar masyarakat tidak panik namun tetap waspada.
Sejumlah peternak babi juga mengaku khawatir dengan merebaknya kasus flu babi ini. I Nengah Ardika misalnya. Peternak babi asal Dusun Tibu Kleneng, Perancak mengaku cemas karena bisa jadi gara-gara penyakit ini usaha yang dipupuk sejak lama ambruk. Kalau sampai babi-babi saya mati karena tertular penyakit, tentu saya juga rugi.
Modal peternakan ini cukup lumayan, kata Ardika yang mengaku hanya mengusahakan penjualan bibit babi. Namun, hingga saat ini, Ardika mengaku harga anak babi masih normal, berkisar Rp. 350 ribu per ekornya untuk babi berusia 60 hari. Dari data yang dihimpun, populasi babi di Jembrana mencapai 107 ribu ekor lebih yang didominasi oleh jenis babi landrace dengan populasi mencapai 79 ribu lebih. Sisanya babi jenis sadle back dengan populasi 18 ribu lebih dan babi bali sebanyak 9 ribu lebih.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2024 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun