Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Angga Febriawan: Kami Sempat Minta Maaf

Gilimanuk

Selasa, 14 Juli 2009, 15:44 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Kasus pengeroyokan terhadap sekelompok ABG asal Sumberkima, Gerokgak, Buleleng ini dipicu oleh emosi 5 orang ABG warga Gilimanuk yang memuncak setelah mendengar kata makian yang sempat dilontarkan oleh salah seorang dari ABG asal Sumberkima tersebut.

Kendati merasa tidak pernah melontarkan kata-kata makian seperti yang dituduhkan oleh ABG mabuk tersebut, mereka sempat minta maaf namun serangan bogem mentah tetap mereka rasakan.

Ditemui di KP3 Laut Gilimanuk, Angga Febriawan menuturkan 5 ABG yang mengeroyok mereka datang dengan raut wajah marah dan dari mulutnya tercium bau alkohol dan menanyakan siapa yang mengeluarkan kata makian tersebut.

“Karena merasa tidak memaki, saya jawab tidak tahu. Namun, mereka tiba-tiba memukuli kami membabi buta. Salah satunya menempeleng pipi kiri saya,” ujar siswa kelas 2 SMA.

Lanjut Angga, pelaku yang kemudian diketahui berinisial Iq itu tidak puas hanya menempeleng pipinya, namun melanjutkan penganiayaan dengan melayangkan tendangan mengenai dadanya.

Sementara pelaku lainnya yang berinisial An, menendang dan memukul dagu serta pelipis Imam Mustakim (18), kakak sepupu Febriawan. Sedangkan Hidayat, salah seorang teman Angga, yang sedang duduk di atas sepeda motornya juga tidak luput dari serangan ABG yang teler itu. Akibat pukulan bertubi-tubi yang dilayangkan pengeroyok itu membuat Hidayat jatuh terjengkang. Hirmasyah (17), teman Angga lainnya, malah menerima nasib lebih apes.

Selain digebuki, Hirmansyah juga dilempar dengan batu. “Dari lima orang itu hanya empat yang mengeroyok kami,” ucap Angga yang diamini teman-temannya

Meski mereka digebuki, kelompok ABG Sumberkima itu tidak melakukan perlawanan sedikitpun lantaran merasa tidak pernah punya masalah dengan mereka.

“Kami bahkan sempat minta maaf kepada mereka. Namun permintaan maaf kami ditolak mentah-mentah. Mereka bilang tidak ada maaf-maafan sambil terus menyerang kami,” terangnya.

Tidak tahan menerima pukulan dan tendangan bertubi-tubi, ABG Sumberkima itu berusaha melarikan diri. Iman Mustakim dan Miftah, yang berusaha lari menyelamatkan diri juga dikejar hingga baju yang dikenakan Miftah robek setelah berhasil ditarik. Untungnya pengeroyokan itu terhenti setelah polisi KP3 Gilimanuk datang seusai menerima laporan dari Iman Mustakim yang berhasil lolos dari kejaran pengeroyok itu.

Kepala KP3 Laut Gilimanuk AKP I Nyoman Suparta seizin Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Suardana ketika dikonfirmasi, Selasa (14/7) mengatakan kasus pengeroyokan akan diupayakan diselesaikan dengan cara kekeluargaan lantaran melibatkan pelaku yang masih berstatus pelajar.

“Orang tua korban dan pelaku juga sudah memberi sinyal untuk menyelesaikan masalah ini dengan kekeluargaan,” terangnya. (dey)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami