Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Angga Febriawan: Kami Sempat Minta Maaf
Gilimanuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kasus pengeroyokan terhadap sekelompok ABG asal Sumberkima, Gerokgak, Buleleng ini dipicu oleh emosi 5 orang ABG warga Gilimanuk yang memuncak setelah mendengar kata makian yang sempat dilontarkan oleh salah seorang dari ABG asal Sumberkima tersebut.
Kendati merasa tidak pernah melontarkan kata-kata makian seperti yang dituduhkan oleh ABG mabuk tersebut, mereka sempat minta maaf namun serangan bogem mentah tetap mereka rasakan.
Ditemui di KP3 Laut Gilimanuk, Angga Febriawan menuturkan 5 ABG yang mengeroyok mereka datang dengan raut wajah marah dan dari mulutnya tercium bau alkohol dan menanyakan siapa yang mengeluarkan kata makian tersebut.
“Karena merasa tidak memaki, saya jawab tidak tahu. Namun, mereka tiba-tiba memukuli kami membabi buta. Salah satunya menempeleng pipi kiri saya,” ujar siswa kelas 2 SMA.
Lanjut Angga, pelaku yang kemudian diketahui berinisial Iq itu tidak puas hanya menempeleng pipinya, namun melanjutkan penganiayaan dengan melayangkan tendangan mengenai dadanya.
Sementara pelaku lainnya yang berinisial An, menendang dan memukul dagu serta pelipis Imam Mustakim (18), kakak sepupu Febriawan. Sedangkan Hidayat, salah seorang teman Angga, yang sedang duduk di atas sepeda motornya juga tidak luput dari serangan ABG yang teler itu. Akibat pukulan bertubi-tubi yang dilayangkan pengeroyok itu membuat Hidayat jatuh terjengkang. Hirmasyah (17), teman Angga lainnya, malah menerima nasib lebih apes.
Selain digebuki, Hirmansyah juga dilempar dengan batu. “Dari lima orang itu hanya empat yang mengeroyok kami,” ucap Angga yang diamini teman-temannya
Meski mereka digebuki, kelompok ABG Sumberkima itu tidak melakukan perlawanan sedikitpun lantaran merasa tidak pernah punya masalah dengan mereka.
“Kami bahkan sempat minta maaf kepada mereka. Namun permintaan maaf kami ditolak mentah-mentah. Mereka bilang tidak ada maaf-maafan sambil terus menyerang kami,” terangnya.
Tidak tahan menerima pukulan dan tendangan bertubi-tubi, ABG Sumberkima itu berusaha melarikan diri. Iman Mustakim dan Miftah, yang berusaha lari menyelamatkan diri juga dikejar hingga baju yang dikenakan Miftah robek setelah berhasil ditarik. Untungnya pengeroyokan itu terhenti setelah polisi KP3 Gilimanuk datang seusai menerima laporan dari Iman Mustakim yang berhasil lolos dari kejaran pengeroyok itu.
Kepala KP3 Laut Gilimanuk AKP I Nyoman Suparta seizin Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Suardana ketika dikonfirmasi, Selasa (14/7) mengatakan kasus pengeroyokan akan diupayakan diselesaikan dengan cara kekeluargaan lantaran melibatkan pelaku yang masih berstatus pelajar.
“Orang tua korban dan pelaku juga sudah memberi sinyal untuk menyelesaikan masalah ini dengan kekeluargaan,” terangnya. (dey)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5941 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2626 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2282 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2222 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan