Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 13 Juli 2026
Penitipan Penyu di Taman Penyu Dipertanyakan
Serangan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Proses penangkapan terhadap penyelundupan 42 ekor penyu di Seririt Singaraja berbutut panjang. Beberapa aktivis pencinta satwa mempertanyakan keberadaan ke-42 ekor penyu tersebut. Para aktivis bahkan meragukan atas proses hukum dari penyelundupan penyu tersebut.
Pada satu sisi secara logika penyu-penyu tersebut harusnya dilepas kembali ke habitatnya. Namun kenyataanya penyu tersebut dibawa ke Pulau Serangan Denpasar.
Kondisi yang lebih mengagetkan lagi adalah penyu-penyu tersebut menurut informasi dititipkan pada salah satu Taman Penyu di Pulau Serangan-Denpasar.
Aktivis pencinta satwa I Made Jaya Ratha pada keteranganya di Serangan (20/7) menyatakan kecewa atas kondisi ini. Petugas harusnya serius untuk melakukan penegakan hukum. Dimana penyu tersebut harusnya segera dilepas.
“Tidak ada alasan untuk menitipkan penyu, apalagi pada Taman Penyu, belum lagi keberadaan penyu tersebut kini tidak jelas” ujar mahasiswa Pascasarjana Ilmu Lingkungan UNUD ini .
Jaya mengakui sampai saat ini perdagangan penyu di Bali masih tetap terjadi dan lebih cendrung dengan alasan upacara agama atau adat.
Jaya berharap pemerintah melakukan penertiban terhadap taman-taman penyu yang ada di Bali. Apalagi selama ini taman-taman penyu tersebut berkedok konservasi tetapi tidak memiliki ijin. (mlt)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3666 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1341 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1226 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1073 Kali
Mobil Keluar Parkir Tabrak Motor di Seririt, Penumpang Tewas
Dibaca: 823 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun