Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Ribuan Krama Bugbug Datangi Polres Karangasem, Dukung Pimpinan Adat Terkait Penataan Pura
beritabali/ist/Ribuan Krama Bugbug Datangi Polres Karangasem, Dukung Pimpinan Adat Terkait Penataan Pura.
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Ribuan krama Desa Adat Bugbug mendatangi Polres Karangasem, Sabtu (11/7/2026), sebagai bentuk dukungan kepada pimpinan adat yang dilaporkan oleh seorang oknum terkait pembongkaran bangunan kamar kecil (WC) di kawasan utama mandala Pura Gumang, Desa Bugbug, Kabupaten Karangasem.
Kehadiran ribuan warga tersebut juga menjadi bentuk penyampaian keberatan atas laporan yang ditujukan kepada pimpinan Desa Adat Bugbug. Mereka menilai pembongkaran bangunan tersebut merupakan bagian dari penataan kawasan suci sesuai ketentuan adat, bukan tindakan perusakan.
Salah seorang krama Desa Adat Bugbug, Gede Putra Arnawa, menjelaskan bahwa langkah penataan dilakukan berdasarkan aturan tata ruang pura yang mengatur keberadaan fasilitas penunjang, termasuk bangunan WC.
“Pembongkaran itu bukan untuk merusak, tetapi untuk ditata kembali sesuai aturan. WC seharusnya berada di nista mandala, bukan di utama mandala pura,” ujar Gede Putra Arnawa.
Ia menjelaskan, keputusan tersebut tidak diambil secara sepihak, melainkan telah melalui mekanisme paruman krama Desa Adat Bugbug. Pertemuan itu juga dihadiri perwakilan dari 12 banjar adat yang bersama-sama menyepakati pemindahan bangunan WC dari kawasan utama mandala ke lokasi yang dinilai sesuai dengan ketentuan adat.

Menurutnya, hasil paruman menjadi dasar pelaksanaan penataan kawasan Pura Gumang agar tetap menjaga kesucian area utama mandala sesuai nilai-nilai dan tata ruang adat Bali.
Namun, pelaksanaan pembongkaran tersebut kemudian berujung pada laporan kepolisian yang ditujukan kepada pimpinan Desa Adat Bugbug. Kondisi itu, kata Gede Putra Arnawa, memunculkan keberatan di kalangan krama desa dan beberapa kali memicu perselisihan di internal masyarakat adat.
Melalui aksi damai di Polres Karangasem, ribuan krama berharap aparat penegak hukum dapat memahami persoalan tersebut secara menyeluruh. Mereka menegaskan bahwa penataan kawasan Pura Gumang dilakukan sebagai pelaksanaan keputusan adat yang telah disepakati bersama, sehingga diharapkan dapat dipandang dalam konteks pelestarian tata ruang dan kesucian kawasan pura.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5798 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4596 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2557 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2203 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2190 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan