Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Di Bali Terjadi 180 Kasus Fedofilia

Tohpati

Rabu, 22 Juli 2009, 14:35 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Di Bali, jumlah kasus fedofilia yang terjadi sejak 1996 sudah mencapai sekitar 180 kasus. Hanya saja yang terdeteksi atau yang terungkap ke permukaan sampai diproses secara hukum baru berkisar 30 kasus.

Hal itu dilontarkan Prof Dr dr Luh Ketut Suryani di sela-sela acara peluncuran buku berjudul 'Pedofil Penghancur Masa Depan Anak', di rumahnya Denpasar Timur, Rabu (22/7).

"Mereka para korban tidak pernah tahu, bahwa tidak hanya dirinya yang jadi korban," ujar Suryani.

Suryani yang dikenal gigih berjuang anti fedofil lewat CASA (Committee Against Sexual Abuse) ini, telah memelopori pemahaman di masyarakat mengenai apa dan siapa pedofila itu, serta dampak yang ditimbulkannya pada korban, keluarga serta masyarakat, serta sekaligus mengetuk hati penegak hukum agar menggunakan hati nurani dalam menyelesaikan proses hukum bagi pelaku.

Melalui buku setebal 58 halaman yang diterbitkan Pustaka Obor Populer Jakarta ini, Suryani berharap dapat menggugah semua pihak agar memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk dapat merasakan indahnya hidup, merasakan kasih sayang dan cinta, dihargai dan dicintai oleh orang tuanya dan sesamanya.

Kata Suryani, di dalam diri anak-anak harus ditanamkan konsep "Apapun yang hendak dicapai, harus dengan perjuangan dan semangat yang tidak pernah pudar'".

Buku yang disusun Suryani bersama Cokorda Bagus Jaya Lesmana ini mengupas berbagai materi seputar fedofil, termasuk dampak yang ditimbulkannya, serta langkah-langkah apa yang harus dilakukan terutama kalangan orang tua, sampai peran CASA dalam gerakan anti fedofilia. (sss)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami