Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Rehab Gedung Molor, Siswa Belajar Di Teras

Negara

Kamis, 23 Juli 2009, 18:05 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Molornya penyelesaian rehab ruang kelas di sejumlah sekolah dasar (SD) menyebabkan proses belajar mengajar dilakukan di luar kelas. Bahkan ada sekolah yang muridnya terpaksa dievakuasi ke sekolah terdekat lantaran seluruh ruang kelas masih dalam pengerjaan yang ditargetkan selesai Kamis (30/7) mendatang.

Dari pantauan di sejumlah SD, Kamis (23/7), muridnya terpaksa belajar di luar ruangan lantaran rehab ruang kelas yang dikerjakan swakelola dengan biaya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) belum rampung kendatipun tahun ajaran baru sudah dimulai.

Bahkan di SD 5 Pendem, seluruh murid terpaksa dievakuasi ke sekolah terdekat dengan konsekuensi murid–murid tersebut masuk siang. “Masih ada empat lokal yang belum selesari direhab, dijanjikan dua minggu lagi selesai. Untuk sementara murid kelas tiga, terpaksa belajar di luar kelas. Kami sengaja pilih kelas tiga karena jumlahnya paling sedikit, yakni 28 orang,” terang Kepala Sekolah SD 6 Pendem Negara, Sayu Warsini Kamis (23/7).

Sejatinya, kata Warsini, rehab empat ruang kelas itu sudah kelar namun lantaran ada ruang di bagian timur yang amblas karena tanahnya labil sehingga dilakukan perbaikan ulang. “Menurut komite sekolah, dua minggu lagi rehab selesai dan murid sudah bisa belajar di ruang kelas yang baru. Selama dalam perbaikan, sebagian murid terpaksa masuk siang,” ungkapnya.

Ni Made Sujarti, salah seorang guru yang mengajar murid di luar ruangan, mengaku kalau selama mengajar di luar ruangan tidak menemui hambatan yang berarti. “Hanya saja karena ketiadaan papan tulis, kita harus lebih telaten saat mengajar berhitung atau bahasa Bali. Kami harus menggunakan buku untuk memandu serta mengarahkan satu persatu,” ujarnya.

Sementara itu, di SD 5 Pendem seluruh siswa terpaksa dipindahkan ke SDN 3 Pendem lantaran seluruh ruang kelas masih dalam proses rehab. “Seluruh murid terpaksa dipindahkan ke SD 3 Pendem karena seluruh ruang kelas masih diperbaiki. Mereka semua masuk siang,“ ujar salah seorang guru setempat.

Dari informasi yang dihimpun, molornya penyelesaian rehab ruang kelas dikarenakan karena rehab dilakukan serempak sehingga kesulitan mendapatkan tukang lantaran ketersediaannya terbatas. (dey)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami