Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Pol PP Ciduk Puluhan Penduduk Liar
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kasus pengeboman pada dua hotel ternama di Jakarta rupanya membuat semua pihak meningkatkan kewaspadaan utamanya kepada mobilisasi penduduk. Dalam razia kependudukan yang dilakukan Satpol PP Jembrana, Kamis (23/7) berhasil diciduk puluhan penduduk liar yang identitasnya bermasalah di sejumlah tempat yang dicurigai sebagai sarang penduduk liar tersebut.
Dalam razia kependudukan yang melibatkan satu pleton Satpol. PP beserta sejumlah Pegawai Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) menyisir sejumlah rumah kos di 4 Desa/Kelurahan, yakni Desa Dangintukdaya, Kelurahan Loloan Timur, Dauhwaru dan Pendem.
Hasilnya, 23 penduduk tanpa dilengkapi KTP maupun KIPEM atau KTP dan KIPEMnya sudah kadaluarsa dijaring aparat Pol.PP untuk digelandang menuju Markas Pol.PP untuk dimintai keterangan. Rata-rata mereka yang terjaring razia ini berasal dari luar Bali, utamanya Banyuwangi dan Jember.
Sejumlah alasanpun disampaikan oleh mereka yang identitas kependudukannya bermasalah. Ada yang mengaku masih diproses di Kelurahan dan Kecamatan. Alasan lainnya adalah mengaku baru tinggal beberapa hari saja di Jembrana. “Saya baru sehari tinggal di Jembrana,” ujar salah seorang penduduk yang terciduk.
Alasan tersebut tidak mempan. Satpol PP tetap menggelandangnya ke Markas Satpol PP untuk diproses. “Itu hanya alasan yang sering diucapkan setiap kali dilakukan penertiban,“ ucap salah seorang anggota Satpol.PP.
Sementara Kasi Operasional Trantib Ida Bagus Brahmantara seijin Kasat Pol.PP Jembrana, I Ketut Wiratma ketika dikonfirmasi membantah kalau razia yang dilakukan ini sebagai langkah antisipasi peristiwa pengeboman di Jakarta yang hingga menimbulkan korban jiwa.
“Razia ini memang rutin dilakukan sebagai upaya penertiban administrasi kependudukan berdasarkan Perda No. 11 Tahun 1996. Tidak ada kaitannya dengan pengeboman di Jakarta,“ kelitnya.
Menurut Brahmantara, razia kependudukan seperti ini akan terus dilakukan. “Tentu waktunya tidak bisa kami sampaikan,” pungkasnya. (dey)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2288 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2226 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan