Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Oknum Polisi Aniaya Pedagang Es Doger
Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Seorang pedagang es doger dianiaya oknum polisi Polsek Kediri Tabanan. Pedagang es ini dianiaya karena dicurigai mencuri telpon genggam.
Pedagang es bernama Agus Junaedi (20) didampingi Ketua Persatuan Urang Sunda (Pusunda) Ahman Jusman dan Ketua Bidang Keamanan dan Hukum, Parman melaporkan salah satu oknum anggota Polsek Kediri ke Polres Tabanan.
Dilaporkannya oknum polisi itu karena telah melakukan tindakan penganiayaan terhadap Junaedi saat diperiksa di Polsek Kediri. Junaedi diperiksa sebelumnya diduga mencuri HP, namun tidak terbukti.
Pahumas Kompol I Made Mundra, Selasa (28/7) membenarkan laporan tersebut. Kini pihaknya telah memeriksa oknum polisi yang betugas di Polsek Kediri di unit P3D Polres Tabanan. “Jika benar terbukti bersalah, oknum polisi itu pasti kami proses,” jelasnya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, dugaan penganiayaan tersebut terjadi Minggu (26/7). Saat itu sekitar pukul 11.00 Wita, Junaedi yang berprofesi sebagai penjual es doger melintas di depan kantor Camat Kediri.
Tiba-tiba ia dikejutkan dengan jatuhnya sebuah HP milik dua cewek ABG pengendara sepeda motor Mio. Junaedi pun memungut HP tersebut kemudian memanggil-manggil pengendara Mio, karena laju sepeda motor Mio cukup kencang suara Junaedi tidak didengar oleh si pengendara.
Junaedi kemudian memutuskan untuk menyimpan HP untuk dikembalikan ke pemiliknya. Tak berselang lama Junaedi didatangi pria berbaju hitam dan meminta HP yang dipungut Junaedi.
Karena ingin mengembalikan HP tersebut kepada pemiliknya, Junadei pun tidak memberikan HP itu kepada pria tersebut, pria itupun berlalu. Selang beberapa menit, salah seorang pria kembali menghampiri Junaedi dan mengaku saudara dari dua cewek ABG pemilik HP yang dipungutnya.
Junaedi lantas percaya dan menyerahkan HP itu kepada pria yang tidak dikenalnya. Merasa tidak ada beban, Junaedi kembali mendorong rombong es dogernya berjualan.
Kemudian datang dua cewek ABG pemilik HP yang dipungutnya. Dengan tenang Junaedi menjelaskan kepada dua cewek tersebut kalau HP yang dipungutnya itu telah diberikan kepada pria yang mengaku saudara dua cewek ABG itu.
Merasa ada yang mengambil HP tersebut, dua cewek ABG itu kemudian melaporkan ke Polsek Kediri .
Dari sinilah awal penganiayaan yang dialami oleh Junaedi. Ia kemudian didatangi oleh anggota Polsek Kediri. Junaedi ditanyai keberadaan HP tersebut.
Dengan terus terang Junaedi menjelaskan dari awal dia memungut HP itu sampai kemudian datang seorang pria mengambilnya. Karena dianggap tidak mengaku Junaedi kemudian dihajar dari belakang dan mengenai kepalanya.
Junaedi kemudian digelandang ke Mapolsek Kediri untuk diinterogasi. Saat itulah, Agus mengakui mendapatkan kekerasan fisik. Dia dituduh bersekongkol dengan orang-orang jahat dan disuruh mengakui perbuatannya.
Agus juga diajak untuk mencari lelaki yang mengambil HP tersebut, namun tidak ketemu. Saat dalam perjalanan mengendarai sepeda motor, Agus kembali mendapat kekerasan fisik dari oknum polisi polsek Kediri. Karena tidak terbukti, pukul 13.00 wita, Junadedi akhirnya dipulangkan.
Oknum polisi tersebut pun secara pribadi sempat minta maaf kepadanya dan diberikan uang Rp 150 ribu oleh oknum polisi tersebut. Merasa tidak terima dengan penganiayaan itu, Junaedi kemudian melaporkan oknum polisi itu ke Mapolres Tabanan. (nod)
Reporter: -
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3790 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1736 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang