Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Kepala Remuk, Otak Semburat
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Jalur setan Denpasar-Gilimanuk memang tidak henti-hentinya meminta tumbal nyawa. Kali ini tidak tanggung-tanggung lantaran dalam semalam, dua nyawa melayang. Bahkan salah satu korban tewas mengenaskan setelah kepalanya remuk dan otaknya semburat di jalanan.
Dari informasi yang dihimpun, Kadek Aditya Henata (18), seorang lulusan SMA hidupnya harus berakhir di jalan. Pasalnya, ABG yang tinggal di Lingkungan Penginuman Gang 2, Gilimanuk menemui ajalnya setelah mengalami kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di kilometer 118 jalur Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di depan penginapan Taman Jambe, Sumbersari, Melaya, Rabu (29/7) pagi.
Lakalantas berawal ketika Aditya kembali dari mengantarkan temannya ke sekolah dengan mengendarai sepeda motor Suzuki Satria DK 2425 ZB. Saat itu, Aditya yang datang dari arah timur memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi padahal saat itu hujan deras.
Tiba di TKP, Aditya bermaksud mendahului sepeda motor Gaza DK 3451 WP yang dikendarai Suyono (45), warga Dusun Klatakan, Melaya dengan mengambil haluan ke kanan. Namun Aditya mengurungkan niatnya lantaran dari arah yang berlawanan meluncur kendaraan tidak dikenal.
Sayangnya, saat akan kembali ke jalurnya, bagian depan motor Aditya menabrak pantat motor yang dikendarai Suyono. Kedua sepeda motor tersebut oleng lalu jatuh terpental. Sialnya, Aditya terpental dan jatuh ke jalur kanan dengan posisi kepala persis pada lintasan roda kendaraan tak dikenal di yang sedang melaju di depannya.
Tak ayal, kepala Aditya pun terlindas roda kendaraan tak dikenal tersebut. Akibatnya, Aditya tewas di TKP dengan kepala remuk dan otak semburat di aspal jalan yang basah oleh guyuran air hujan.
“Korban langsung meninggal di tempat. Bahkan ceceran darah dan semburat otak korban dihanyutkan oleh air hujan,” ujar seorang polisi.
Kendaraan yang melindas kepala Aditya yang diperkirakan bus atau truk besar itu langsung kabur. Sementara Suyono yang terpental ke kiri, selamat kendati mengalami luka lecet di dahi kanan dan pinggangnya sakit.
Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Nyoman Nuryana seizin Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Suardana ketika dikonfirmasi, Rabu (29/7) mengatakan pihaknya saat ini masih mencari kendaraan tak dikenal yang melindas kepala Aditya hingga remuk itu. “Kita masih mencari kendaraan yang melindas korban itu,”ujarnya.
Sedangkan Nurwahidin (35) sebelumnya harus meregang nyawa setelah mengalami lakalantas di jalur setan km 72 atau tepatnya di Desa Pulukan, Pekutatan.
Lakalantas yang menewaskan warga Desa Yeh Sumbul, Mendoyo ini berawal dari keinginan Putu Merta (33), sopir Suzuki Carry Pick Up DK 9261 WB mendahului kendaraan tak dikenal di depannya. Warga Desa Tuwed ini mengambil jalur ke kanan namun tiba-tiba dari arah yang berlawanan meluncur Nurwahidin dengan mengendarai sepeda motor Suzuki DK 4107 WI sehingga tabrakan hebatpun tidak bisa dihindari.
Akibat lakalantas tersebut, Nurwahidin sekarat setelah mengalami luka di dagu, mata kanan, dan leher kanannya. “Nurwahidin menghembuskan nafas terakhirnya di RSU Negara,” terang Nuryana.(dey)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 731 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan