Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Kembali, 14 Penduduk Tanpa KTP Dipulangkan
Negara
Kamis, 30 Juli 2009,
16:24 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Selain menyita ratusan buah senjata tajam (sajam) jenis pisau kecil dan ratusan liter minyak tanah (mitan), razia gabungan ini juga berhasil mengamankan 14 penduduk tanpa KTP maupun KTPnya sudah kadaluarsa.
Seperti Suyono dan Sudirman, dua lelaki asal Banyuwangi ini KTPnya sudah kadaluwarsa sejak sebulan lalu. Saat dimintai keterangan Suyono dan Sudirman yang berprofesi sebagai pencari rongsokan (barang bekas) mengakui KTPnya sudah mati.
-uKTP saya memang sudah mati, ada surat domisili tetapi lupa saya bawa,-u ujar Suyono.
Ketika ditanya bagaimana ia bisa menyeberang dari Ketapang dan lolos di pos pemeriksaan Gilimanuk, baik Sudirman maupun Suyono mengungkapkan, di Ketapang mereka tidak diperiksa apapun untuk bisa naik kapal laut, mereka juga tidak membeli ticket hanya dengan membayar Rp.1000 kepada petugas sudah bisa langsung naik kapal.
-uDari pelabuhan Gilimanuk kami jalan kaki begitu saja dan tidak diperiksa oleh penjaga Pos Pemeriksaan KTP Gilimanuk,-u cerita Sudirman.
Nampaknya kedua orang ini mendapat banyak kelonggaran dan kemudahan, selain tidak membeli ticket kapal dan lolos pemeriksaan KTP, ongkos naik bus juga mendapat keringanan. Kalau biasanya penumpang umum membayar Rp.8.000 dari Gilimanuk ke Negara, Suyono dan Sudirman cukup membayar Rp.5000.
Hal serupa juga berlaku saat ia selesai bekerja dan kembali ke Banyuwangi. Dari penuturannya, dalam melakukan pekerjaannya mereka mencari barang bekas di seputaran kota Negara dan masuk ke desa-desa maupun kelurahan.
-uYa, mau bilang apa, kami siap dikembalikan ke Banyuwangi, tapi kalau bisa ijinkan kami bekerja sehari saja biar tidak banyak ruginya,-u ujar Suyono.
Harapan mereka harus ditanam dalam-dalam, kedua orang tersebut dengan 12 penduduk yang terjaring lainnya harus dipulangkan ke daerah asalnya. (dey)
Seperti Suyono dan Sudirman, dua lelaki asal Banyuwangi ini KTPnya sudah kadaluwarsa sejak sebulan lalu. Saat dimintai keterangan Suyono dan Sudirman yang berprofesi sebagai pencari rongsokan (barang bekas) mengakui KTPnya sudah mati.
-uKTP saya memang sudah mati, ada surat domisili tetapi lupa saya bawa,-u ujar Suyono.
Ketika ditanya bagaimana ia bisa menyeberang dari Ketapang dan lolos di pos pemeriksaan Gilimanuk, baik Sudirman maupun Suyono mengungkapkan, di Ketapang mereka tidak diperiksa apapun untuk bisa naik kapal laut, mereka juga tidak membeli ticket hanya dengan membayar Rp.1000 kepada petugas sudah bisa langsung naik kapal.
-uDari pelabuhan Gilimanuk kami jalan kaki begitu saja dan tidak diperiksa oleh penjaga Pos Pemeriksaan KTP Gilimanuk,-u cerita Sudirman.
Nampaknya kedua orang ini mendapat banyak kelonggaran dan kemudahan, selain tidak membeli ticket kapal dan lolos pemeriksaan KTP, ongkos naik bus juga mendapat keringanan. Kalau biasanya penumpang umum membayar Rp.8.000 dari Gilimanuk ke Negara, Suyono dan Sudirman cukup membayar Rp.5000.
Hal serupa juga berlaku saat ia selesai bekerja dan kembali ke Banyuwangi. Dari penuturannya, dalam melakukan pekerjaannya mereka mencari barang bekas di seputaran kota Negara dan masuk ke desa-desa maupun kelurahan.
-uYa, mau bilang apa, kami siap dikembalikan ke Banyuwangi, tapi kalau bisa ijinkan kami bekerja sehari saja biar tidak banyak ruginya,-u ujar Suyono.
Harapan mereka harus ditanam dalam-dalam, kedua orang tersebut dengan 12 penduduk yang terjaring lainnya harus dipulangkan ke daerah asalnya. (dey)
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5957 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2648 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2297 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026