Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Kembali, 14 Penduduk Tanpa KTP Dipulangkan
Negara
Kamis, 30 Juli 2009,
16:24 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Selain menyita ratusan buah senjata tajam (sajam) jenis pisau kecil dan ratusan liter minyak tanah (mitan), razia gabungan ini juga berhasil mengamankan 14 penduduk tanpa KTP maupun KTPnya sudah kadaluarsa.
Seperti Suyono dan Sudirman, dua lelaki asal Banyuwangi ini KTPnya sudah kadaluwarsa sejak sebulan lalu. Saat dimintai keterangan Suyono dan Sudirman yang berprofesi sebagai pencari rongsokan (barang bekas) mengakui KTPnya sudah mati.
“KTP saya memang sudah mati, ada surat domisili tetapi lupa saya bawa,“ ujar Suyono.
Ketika ditanya bagaimana ia bisa menyeberang dari Ketapang dan lolos di pos pemeriksaan Gilimanuk, baik Sudirman maupun Suyono mengungkapkan, di Ketapang mereka tidak diperiksa apapun untuk bisa naik kapal laut, mereka juga tidak membeli ticket hanya dengan membayar Rp.1000 kepada petugas sudah bisa langsung naik kapal.
“Dari pelabuhan Gilimanuk kami jalan kaki begitu saja dan tidak diperiksa oleh penjaga Pos Pemeriksaan KTP Gilimanuk,“ cerita Sudirman.
Nampaknya kedua orang ini mendapat banyak kelonggaran dan kemudahan, selain tidak membeli ticket kapal dan lolos pemeriksaan KTP, ongkos naik bus juga mendapat keringanan. Kalau biasanya penumpang umum membayar Rp.8.000 dari Gilimanuk ke Negara, Suyono dan Sudirman cukup membayar Rp.5000.
Hal serupa juga berlaku saat ia selesai bekerja dan kembali ke Banyuwangi. Dari penuturannya, dalam melakukan pekerjaannya mereka mencari barang bekas di seputaran kota Negara dan masuk ke desa-desa maupun kelurahan.
“Ya, mau bilang apa, kami siap dikembalikan ke Banyuwangi, tapi kalau bisa ijinkan kami bekerja sehari saja biar tidak banyak ruginya,“ ujar Suyono.
Harapan mereka harus ditanam dalam-dalam, kedua orang tersebut dengan 12 penduduk yang terjaring lainnya harus dipulangkan ke daerah asalnya. (dey)
Seperti Suyono dan Sudirman, dua lelaki asal Banyuwangi ini KTPnya sudah kadaluwarsa sejak sebulan lalu. Saat dimintai keterangan Suyono dan Sudirman yang berprofesi sebagai pencari rongsokan (barang bekas) mengakui KTPnya sudah mati.
“KTP saya memang sudah mati, ada surat domisili tetapi lupa saya bawa,“ ujar Suyono.
Ketika ditanya bagaimana ia bisa menyeberang dari Ketapang dan lolos di pos pemeriksaan Gilimanuk, baik Sudirman maupun Suyono mengungkapkan, di Ketapang mereka tidak diperiksa apapun untuk bisa naik kapal laut, mereka juga tidak membeli ticket hanya dengan membayar Rp.1000 kepada petugas sudah bisa langsung naik kapal.
“Dari pelabuhan Gilimanuk kami jalan kaki begitu saja dan tidak diperiksa oleh penjaga Pos Pemeriksaan KTP Gilimanuk,“ cerita Sudirman.
Nampaknya kedua orang ini mendapat banyak kelonggaran dan kemudahan, selain tidak membeli ticket kapal dan lolos pemeriksaan KTP, ongkos naik bus juga mendapat keringanan. Kalau biasanya penumpang umum membayar Rp.8.000 dari Gilimanuk ke Negara, Suyono dan Sudirman cukup membayar Rp.5000.
Hal serupa juga berlaku saat ia selesai bekerja dan kembali ke Banyuwangi. Dari penuturannya, dalam melakukan pekerjaannya mereka mencari barang bekas di seputaran kota Negara dan masuk ke desa-desa maupun kelurahan.
“Ya, mau bilang apa, kami siap dikembalikan ke Banyuwangi, tapi kalau bisa ijinkan kami bekerja sehari saja biar tidak banyak ruginya,“ ujar Suyono.
Harapan mereka harus ditanam dalam-dalam, kedua orang tersebut dengan 12 penduduk yang terjaring lainnya harus dipulangkan ke daerah asalnya. (dey)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3811 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1757 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026