Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Kembali, 14 Penduduk Tanpa KTP Dipulangkan
Negara
Kamis, 30 Juli 2009,
16:24 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Selain menyita ratusan buah senjata tajam (sajam) jenis pisau kecil dan ratusan liter minyak tanah (mitan), razia gabungan ini juga berhasil mengamankan 14 penduduk tanpa KTP maupun KTPnya sudah kadaluarsa.
Seperti Suyono dan Sudirman, dua lelaki asal Banyuwangi ini KTPnya sudah kadaluwarsa sejak sebulan lalu. Saat dimintai keterangan Suyono dan Sudirman yang berprofesi sebagai pencari rongsokan (barang bekas) mengakui KTPnya sudah mati.
“KTP saya memang sudah mati, ada surat domisili tetapi lupa saya bawa,“ ujar Suyono.
Ketika ditanya bagaimana ia bisa menyeberang dari Ketapang dan lolos di pos pemeriksaan Gilimanuk, baik Sudirman maupun Suyono mengungkapkan, di Ketapang mereka tidak diperiksa apapun untuk bisa naik kapal laut, mereka juga tidak membeli ticket hanya dengan membayar Rp.1000 kepada petugas sudah bisa langsung naik kapal.
“Dari pelabuhan Gilimanuk kami jalan kaki begitu saja dan tidak diperiksa oleh penjaga Pos Pemeriksaan KTP Gilimanuk,“ cerita Sudirman.
Nampaknya kedua orang ini mendapat banyak kelonggaran dan kemudahan, selain tidak membeli ticket kapal dan lolos pemeriksaan KTP, ongkos naik bus juga mendapat keringanan. Kalau biasanya penumpang umum membayar Rp.8.000 dari Gilimanuk ke Negara, Suyono dan Sudirman cukup membayar Rp.5000.
Hal serupa juga berlaku saat ia selesai bekerja dan kembali ke Banyuwangi. Dari penuturannya, dalam melakukan pekerjaannya mereka mencari barang bekas di seputaran kota Negara dan masuk ke desa-desa maupun kelurahan.
“Ya, mau bilang apa, kami siap dikembalikan ke Banyuwangi, tapi kalau bisa ijinkan kami bekerja sehari saja biar tidak banyak ruginya,“ ujar Suyono.
Harapan mereka harus ditanam dalam-dalam, kedua orang tersebut dengan 12 penduduk yang terjaring lainnya harus dipulangkan ke daerah asalnya. (dey)
Seperti Suyono dan Sudirman, dua lelaki asal Banyuwangi ini KTPnya sudah kadaluwarsa sejak sebulan lalu. Saat dimintai keterangan Suyono dan Sudirman yang berprofesi sebagai pencari rongsokan (barang bekas) mengakui KTPnya sudah mati.
“KTP saya memang sudah mati, ada surat domisili tetapi lupa saya bawa,“ ujar Suyono.
Ketika ditanya bagaimana ia bisa menyeberang dari Ketapang dan lolos di pos pemeriksaan Gilimanuk, baik Sudirman maupun Suyono mengungkapkan, di Ketapang mereka tidak diperiksa apapun untuk bisa naik kapal laut, mereka juga tidak membeli ticket hanya dengan membayar Rp.1000 kepada petugas sudah bisa langsung naik kapal.
“Dari pelabuhan Gilimanuk kami jalan kaki begitu saja dan tidak diperiksa oleh penjaga Pos Pemeriksaan KTP Gilimanuk,“ cerita Sudirman.
Nampaknya kedua orang ini mendapat banyak kelonggaran dan kemudahan, selain tidak membeli ticket kapal dan lolos pemeriksaan KTP, ongkos naik bus juga mendapat keringanan. Kalau biasanya penumpang umum membayar Rp.8.000 dari Gilimanuk ke Negara, Suyono dan Sudirman cukup membayar Rp.5000.
Hal serupa juga berlaku saat ia selesai bekerja dan kembali ke Banyuwangi. Dari penuturannya, dalam melakukan pekerjaannya mereka mencari barang bekas di seputaran kota Negara dan masuk ke desa-desa maupun kelurahan.
“Ya, mau bilang apa, kami siap dikembalikan ke Banyuwangi, tapi kalau bisa ijinkan kami bekerja sehari saja biar tidak banyak ruginya,“ ujar Suyono.
Harapan mereka harus ditanam dalam-dalam, kedua orang tersebut dengan 12 penduduk yang terjaring lainnya harus dipulangkan ke daerah asalnya. (dey)
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2397 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1931 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1792 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026