Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Diduga Cemburu, Wanita Swiss Gantung Diri
Gerokgak
Jumat, 31 Juli 2009,
13:08 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Warga Negara Swiss ditemukan tewas gantung diri di Dusun Palasari, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Warga Swiss ini diduga nekat mengakhiri hidupnya karena dibakar api cemburu.
Aksi yang dilakukan Mireille Candra Wicky (42) diketahui kali pertama oleh Putu Sebudi dalam posisi setengah jongkok dan leher terjerat tali plastik di dalam kamar. Kontan saja ulah warga Swiss itu membuat geger warga setempat.
Dari hasil penyelidikan dan penyidikan, diduga kuat aksi gantung diri yang dilakukan Mireille Candra Wicky akibat dibakar api cemburu, sebab suaminya, Komang Gelgel (31) lebih sayang dengan istri pertamanya, Komang Sri (28), padahal korban sendiri baru dinikahi tujuh bulan yang lalu.
"Untuk sementara korban gantung diri lantaran cemburu, sebab korban sebagai istri kedua merasakan kurang mendapat perhatian dari suaminya, korban ditemukan telah meninggal dunia dengan leher terjerat pada plafon," ungkap Kapolsektif Gerokgak, AKP. Nyoman Kartika, Jumat (31/7).
Dari hasil olah lokasi peristiwa, selain mengamankan barang bukti tali plastik warna biru sepanjang dua meter lebih, polisi juga menemukan tiga botol bir dan dua lembar kertas yang berisikan tulisan karmaphala.
"Murni korban melakukan bunuh diri, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan hanya luka jeratan yang ditemukan di leher," papar Kartika.
Sebelum ditemukan tewas dengan gantung diri, korban sempat mengancam madunya, Komang Sri dengan kata-kata akan membunuh.
"I Want To Kill You, itu yang sempat dilontarkan korban sebelum malamnya ditemukan meninggal dunia dengan gantung diri," ujar Putu Sebudi.
Untuk memastikan penyebab kematian korban, Polisi yang telah melakukan koordinasi dengan Konsulat Swiss mengirim korban ke RSUP Sanglah untuk dilakukan otopsi. (sas)
Aksi yang dilakukan Mireille Candra Wicky (42) diketahui kali pertama oleh Putu Sebudi dalam posisi setengah jongkok dan leher terjerat tali plastik di dalam kamar. Kontan saja ulah warga Swiss itu membuat geger warga setempat.
Dari hasil penyelidikan dan penyidikan, diduga kuat aksi gantung diri yang dilakukan Mireille Candra Wicky akibat dibakar api cemburu, sebab suaminya, Komang Gelgel (31) lebih sayang dengan istri pertamanya, Komang Sri (28), padahal korban sendiri baru dinikahi tujuh bulan yang lalu.
"Untuk sementara korban gantung diri lantaran cemburu, sebab korban sebagai istri kedua merasakan kurang mendapat perhatian dari suaminya, korban ditemukan telah meninggal dunia dengan leher terjerat pada plafon," ungkap Kapolsektif Gerokgak, AKP. Nyoman Kartika, Jumat (31/7).
Dari hasil olah lokasi peristiwa, selain mengamankan barang bukti tali plastik warna biru sepanjang dua meter lebih, polisi juga menemukan tiga botol bir dan dua lembar kertas yang berisikan tulisan karmaphala.
"Murni korban melakukan bunuh diri, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan hanya luka jeratan yang ditemukan di leher," papar Kartika.
Sebelum ditemukan tewas dengan gantung diri, korban sempat mengancam madunya, Komang Sri dengan kata-kata akan membunuh.
"I Want To Kill You, itu yang sempat dilontarkan korban sebelum malamnya ditemukan meninggal dunia dengan gantung diri," ujar Putu Sebudi.
Untuk memastikan penyebab kematian korban, Polisi yang telah melakukan koordinasi dengan Konsulat Swiss mengirim korban ke RSUP Sanglah untuk dilakukan otopsi. (sas)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3814 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1760 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026