Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Diduga Cemburu, Wanita Swiss Gantung Diri

Gerokgak

Jumat, 31 Juli 2009, 13:08 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Warga Negara Swiss ditemukan tewas gantung diri di Dusun Palasari, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Warga Swiss ini diduga nekat mengakhiri hidupnya karena dibakar api cemburu.

Aksi yang dilakukan Mireille Candra Wicky (42) diketahui kali pertama oleh Putu Sebudi dalam posisi setengah jongkok dan leher terjerat tali plastik di dalam kamar. Kontan saja ulah warga Swiss itu membuat geger warga setempat.

Dari hasil penyelidikan dan penyidikan, diduga kuat aksi gantung diri yang dilakukan Mireille Candra Wicky akibat dibakar api cemburu, sebab suaminya, Komang Gelgel (31) lebih sayang dengan istri pertamanya, Komang Sri (28), padahal korban sendiri baru dinikahi tujuh bulan yang lalu.

"Untuk sementara korban gantung diri lantaran cemburu, sebab korban sebagai istri kedua merasakan kurang mendapat perhatian dari suaminya, korban ditemukan telah meninggal dunia dengan leher terjerat pada plafon," ungkap Kapolsektif Gerokgak, AKP. Nyoman Kartika, Jumat (31/7).

Dari hasil olah lokasi peristiwa, selain mengamankan barang bukti tali plastik warna biru sepanjang dua meter lebih, polisi juga menemukan tiga botol bir dan dua lembar kertas yang berisikan tulisan karmaphala.

"Murni korban melakukan bunuh diri, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan hanya luka jeratan yang ditemukan di leher," papar Kartika.

Sebelum ditemukan tewas dengan gantung diri, korban sempat mengancam madunya, Komang Sri dengan kata-kata akan membunuh.

"I Want To Kill You, itu yang sempat dilontarkan korban sebelum malamnya ditemukan meninggal dunia dengan gantung diri," ujar Putu Sebudi.

Untuk memastikan penyebab kematian korban, Polisi yang telah melakukan koordinasi dengan Konsulat Swiss mengirim korban ke RSUP Sanglah untuk dilakukan otopsi. (sas)
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami