Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Ilmu Bukan Untuk Ciptakan Penderitaan
Gianyar
Sabtu, 1 Agustus 2009,
18:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Umat Hindu Bali hari ini merayakan hari Saraswati atau hari turunnya ilmu pengetahuan. Sebagian besar kegiatan belajar sekolah yang ada di bali diliburkan dan diganti dengan persembahyangan bersama.
Perayaan hari Saraswati atau turunnya ilmu pengetahuan antara lain terlihat di SMAN 1 Gianyar.
Sejak pukul 7 pagi, para siswa sekolah sudah sibuk menyiapkan berbagai perlengkapan upacara.
Banten atau sesajen upacara yang digunakan untuk upacara merupakan hasil karya para siswa sekolah. Penjor atau umbul-umbul upacara di pura sekolah juga merupakan hasil kerja kelompok para siswa sekolah ini.
Setelah semua sesajen uapacara siap, puluhan siswi sekolah kemudian menarikan tarian sakral Rejang Dewa. Tarian ini merupakan ritual pembuka sebagai bentuk persembahan dan hormat kepada Sang Pencipta.
Usai tari Rejang Dewa, upacara perembahyangan pun dimulai dengan dipimpin seorang Pemangku Hindu. Para siswa berdoa agar senantiasa dianugrahi ilmu dan pikiran suci, yang berguna bagi umat manusia.
Hari raya Saraswati merupakan hari turunnya ilmu pengetahuan. Umat Hindu di Bali merayakannya setiap 210 hari sekali, yakni pada Sabtu Umanis Watugunung.
-uDalam perayaan hari raya Saraswati terdapat pesan bahwa penguasaan suatu ilmu harus didasari oleh hati nurani dan kejujuran. Tanpa didasari itu, manusia akan menyalahgunakan ilmu pengetahuan sehingga dapat merusak tatanan kehidupan yang ada. Ilmu pengetahuan hendaknya digunakan untuk menghilangkan penderitaan dan bukan sebaliknya untuk menciptakan sebuah penderitaan,- jelas Made Purwa, guru agama Hindu SMAN 1 Gianyar. (art)
Perayaan hari Saraswati atau turunnya ilmu pengetahuan antara lain terlihat di SMAN 1 Gianyar.
Sejak pukul 7 pagi, para siswa sekolah sudah sibuk menyiapkan berbagai perlengkapan upacara.
Banten atau sesajen upacara yang digunakan untuk upacara merupakan hasil karya para siswa sekolah. Penjor atau umbul-umbul upacara di pura sekolah juga merupakan hasil kerja kelompok para siswa sekolah ini.
Setelah semua sesajen uapacara siap, puluhan siswi sekolah kemudian menarikan tarian sakral Rejang Dewa. Tarian ini merupakan ritual pembuka sebagai bentuk persembahan dan hormat kepada Sang Pencipta.
Usai tari Rejang Dewa, upacara perembahyangan pun dimulai dengan dipimpin seorang Pemangku Hindu. Para siswa berdoa agar senantiasa dianugrahi ilmu dan pikiran suci, yang berguna bagi umat manusia.
Hari raya Saraswati merupakan hari turunnya ilmu pengetahuan. Umat Hindu di Bali merayakannya setiap 210 hari sekali, yakni pada Sabtu Umanis Watugunung.
-uDalam perayaan hari raya Saraswati terdapat pesan bahwa penguasaan suatu ilmu harus didasari oleh hati nurani dan kejujuran. Tanpa didasari itu, manusia akan menyalahgunakan ilmu pengetahuan sehingga dapat merusak tatanan kehidupan yang ada. Ilmu pengetahuan hendaknya digunakan untuk menghilangkan penderitaan dan bukan sebaliknya untuk menciptakan sebuah penderitaan,- jelas Made Purwa, guru agama Hindu SMAN 1 Gianyar. (art)
Berita Gianyar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026