Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 12 September 2026
Ilmu Bukan Untuk Ciptakan Penderitaan
Gianyar
Sabtu, 1 Agustus 2009,
18:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Umat Hindu Bali hari ini merayakan hari Saraswati atau hari turunnya ilmu pengetahuan. Sebagian besar kegiatan belajar sekolah yang ada di bali diliburkan dan diganti dengan persembahyangan bersama.
Perayaan hari Saraswati atau turunnya ilmu pengetahuan antara lain terlihat di SMAN 1 Gianyar.
Sejak pukul 7 pagi, para siswa sekolah sudah sibuk menyiapkan berbagai perlengkapan upacara.
Banten atau sesajen upacara yang digunakan untuk upacara merupakan hasil karya para siswa sekolah. Penjor atau umbul-umbul upacara di pura sekolah juga merupakan hasil kerja kelompok para siswa sekolah ini.
Setelah semua sesajen uapacara siap, puluhan siswi sekolah kemudian menarikan tarian sakral Rejang Dewa. Tarian ini merupakan ritual pembuka sebagai bentuk persembahan dan hormat kepada Sang Pencipta.
Usai tari Rejang Dewa, upacara perembahyangan pun dimulai dengan dipimpin seorang Pemangku Hindu. Para siswa berdoa agar senantiasa dianugrahi ilmu dan pikiran suci, yang berguna bagi umat manusia.
Hari raya Saraswati merupakan hari turunnya ilmu pengetahuan. Umat Hindu di Bali merayakannya setiap 210 hari sekali, yakni pada Sabtu Umanis Watugunung.
“Dalam perayaan hari raya Saraswati terdapat pesan bahwa penguasaan suatu ilmu harus didasari oleh hati nurani dan kejujuran. Tanpa didasari itu, manusia akan menyalahgunakan ilmu pengetahuan sehingga dapat merusak tatanan kehidupan yang ada. Ilmu pengetahuan hendaknya digunakan untuk menghilangkan penderitaan dan bukan sebaliknya untuk menciptakan sebuah penderitaan,†jelas Made Purwa, guru agama Hindu SMAN 1 Gianyar. (art)
Perayaan hari Saraswati atau turunnya ilmu pengetahuan antara lain terlihat di SMAN 1 Gianyar.
Sejak pukul 7 pagi, para siswa sekolah sudah sibuk menyiapkan berbagai perlengkapan upacara.
Banten atau sesajen upacara yang digunakan untuk upacara merupakan hasil karya para siswa sekolah. Penjor atau umbul-umbul upacara di pura sekolah juga merupakan hasil kerja kelompok para siswa sekolah ini.
Setelah semua sesajen uapacara siap, puluhan siswi sekolah kemudian menarikan tarian sakral Rejang Dewa. Tarian ini merupakan ritual pembuka sebagai bentuk persembahan dan hormat kepada Sang Pencipta.
Usai tari Rejang Dewa, upacara perembahyangan pun dimulai dengan dipimpin seorang Pemangku Hindu. Para siswa berdoa agar senantiasa dianugrahi ilmu dan pikiran suci, yang berguna bagi umat manusia.
Hari raya Saraswati merupakan hari turunnya ilmu pengetahuan. Umat Hindu di Bali merayakannya setiap 210 hari sekali, yakni pada Sabtu Umanis Watugunung.
“Dalam perayaan hari raya Saraswati terdapat pesan bahwa penguasaan suatu ilmu harus didasari oleh hati nurani dan kejujuran. Tanpa didasari itu, manusia akan menyalahgunakan ilmu pengetahuan sehingga dapat merusak tatanan kehidupan yang ada. Ilmu pengetahuan hendaknya digunakan untuk menghilangkan penderitaan dan bukan sebaliknya untuk menciptakan sebuah penderitaan,†jelas Made Purwa, guru agama Hindu SMAN 1 Gianyar. (art)
Berita Gianyar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
02
03
04
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
05
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 735 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026