Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 30 Oktober 2026
Selamatkan Bali Tak Perlu Tunggu Otsus
Denpasar
Kamis, 6 Agustus 2009,
11:37 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bali merupakan provinsi yang kecil dan terpecah ke dalam 9 kabupaten/kota dimana masing-masing berlomba menggandeng investor sehingga akan dapat mempercepat kehancuran Bali. Menyadari hal itu digagaslah otonomi khusus (otsus) untuk memberikan kewenangan yang lebih besar pada provinsi.
Namun, diakomodasinya kepentingan kabupaten/kota dalam Ranperda RTRWP Bali merupakan hal yang patut disayangkan karena kotra-produktif dengan perjuangan otsus. Hal ini adalah bentuk inkonsistensi Pemerintah Provinsi yang selama ini getol memperjuangkan otsus dan telah menghabiskan banyak dana untuk itu.
Demikian dikatakan Agung Wardana, Direktur WALHI Bali menanggapi diakomodirnya kepentingan para Bupati dalam bentuk keluwesan kewenangan pemberian ijin investasi di RTRWP Bali, Kamis (06/08/09).
-uUntuk menyelamatkan Bali tidak perlu menunggu Otsus, karena sebenarnya prinsip otsus sudah bisa dimasukkan dalam RTRWP ini. Permasalahannya sekarang terletak pada political will DPRD Bali untuk memperkuat posisi provinsi,- ungkap Agung.
Otsus pada prinsipnya memberikan kewenangan otonomi di tingkat provinsi sehingga mampu menselaraskan kepentingan Bali sebagai pulau kecil dalam model pengelolaan berbasis bio-region. Pengelolaan ini tidak didasarkan pada kepentingan admistratif kabupaten/ kota tetapi kepentingan menyelamatan Bali secara lebih luas.
-uSeharusnya masyarakat Bali sudah bisa belajar dari banyaknya kasus yang selama ini terjadi akibat arogansi otonomi daerah yang berada di tangan kabupaten/kota,- Agung menambahkan.
Kasus Pantai Kelating, Bukit Mimba Padang Bai, TWA Buyan, Uluwatu merupakan latar belakang mengapa RTRWP ini justru harus diperkuat dengan sanksi yang tegas kepada pemberi ijin sebagai bentuk penjeraan bagi kabupaten/ kota. Namun hal ini terancam kandas ditengah jalan seiring dengan diakomodirnya titipan dari kabupaten/kota.
Ditanya tentang ancaman penghadangan oleh para Bupati jika RTRWP tidak mengakomodir kepentingannya, Agung justru melihat itu sebagai gertak sambal belaka. Karena para kepala Bappeda Kabupaten/ Kota se-Bali telah menandatangani persetujuan substansi RTRWP Bali.
Hal itu bisa menjadi lelucon jika provinsi yang ketakutan dan mengikuti kehendak kabupaten/ kota karena diancam akan dihadang. Justru Provinsi-lah yang memiliki kewenangan untuk mencoret Ranperda RTRW Kabupaten/ Kota jika tidak sesuai dengan RTRW Provinsi. (ctg/*)
Namun, diakomodasinya kepentingan kabupaten/kota dalam Ranperda RTRWP Bali merupakan hal yang patut disayangkan karena kotra-produktif dengan perjuangan otsus. Hal ini adalah bentuk inkonsistensi Pemerintah Provinsi yang selama ini getol memperjuangkan otsus dan telah menghabiskan banyak dana untuk itu.
Demikian dikatakan Agung Wardana, Direktur WALHI Bali menanggapi diakomodirnya kepentingan para Bupati dalam bentuk keluwesan kewenangan pemberian ijin investasi di RTRWP Bali, Kamis (06/08/09).
-uUntuk menyelamatkan Bali tidak perlu menunggu Otsus, karena sebenarnya prinsip otsus sudah bisa dimasukkan dalam RTRWP ini. Permasalahannya sekarang terletak pada political will DPRD Bali untuk memperkuat posisi provinsi,- ungkap Agung.
Otsus pada prinsipnya memberikan kewenangan otonomi di tingkat provinsi sehingga mampu menselaraskan kepentingan Bali sebagai pulau kecil dalam model pengelolaan berbasis bio-region. Pengelolaan ini tidak didasarkan pada kepentingan admistratif kabupaten/ kota tetapi kepentingan menyelamatan Bali secara lebih luas.
-uSeharusnya masyarakat Bali sudah bisa belajar dari banyaknya kasus yang selama ini terjadi akibat arogansi otonomi daerah yang berada di tangan kabupaten/kota,- Agung menambahkan.
Kasus Pantai Kelating, Bukit Mimba Padang Bai, TWA Buyan, Uluwatu merupakan latar belakang mengapa RTRWP ini justru harus diperkuat dengan sanksi yang tegas kepada pemberi ijin sebagai bentuk penjeraan bagi kabupaten/ kota. Namun hal ini terancam kandas ditengah jalan seiring dengan diakomodirnya titipan dari kabupaten/kota.
Ditanya tentang ancaman penghadangan oleh para Bupati jika RTRWP tidak mengakomodir kepentingannya, Agung justru melihat itu sebagai gertak sambal belaka. Karena para kepala Bappeda Kabupaten/ Kota se-Bali telah menandatangani persetujuan substansi RTRWP Bali.
Hal itu bisa menjadi lelucon jika provinsi yang ketakutan dan mengikuti kehendak kabupaten/ kota karena diancam akan dihadang. Justru Provinsi-lah yang memiliki kewenangan untuk mencoret Ranperda RTRW Kabupaten/ Kota jika tidak sesuai dengan RTRW Provinsi. (ctg/*)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5994 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4675 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2656 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2316 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2235 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026