Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Penjaga Pantai Temukan Mayat Orok
Denpasar
Kamis, 6 Agustus 2009,
17:52 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pantai Batubelig Kuta Utara, Badung, Kamis (6/8) pagi, geger. Sosok orok membusuk di dalam tas plastik kresek ditemukan oleh seorang penjaga pantai, Made Sukertia. Diduga, orok tersebut merupakan hasil hubungan gelap pasangan selingkuh yang kini masih dikejar aparat kepolisian.
Informasi dihimpun di lapangan, sebelum menemukan orok, Made Sukertia bermaksud akan memasang bendera larangan berenang. Saksi yang merupakan warga setempat itu kaget, melihat plastik kresek warna hitam yang menimbulkan bau.
“Saya curiga, karena plastiknya bau, tapi saya tidak langsung membuka plastik,â€bebernya dalam kesaksian di Polres Badung.
Saksi Made Sukertia, langsung memanggil temannya Ni Nyoman Sunasih, yang tak jauh dari lokasi penemuan. Maksudnya, agar Nyoman Sunasih yang membuka plastik kresek itu.
Kecurigaan Made Sukertia terbukti. Ketika plastik dibuka, muncul aroma bau membusuk dari dalam plastik kresek. Di dalamnya berisi jabang bayi dalam kondisi mengenaskan.
Kondisi orok tersebut membuat bulu kuduk merinding. Betapa tidak, bayi tersebut masih dalam kondisi lengkap dengan ari-arinya. Namun karena kondisinya sudah rusak, sulit dikenali jenis kelaminnya.
Setelah penemuan ini dilaporkan ke jajaran reskrim Polres Badung, aparat kepolisian langsung kelokasi kejadian. Menurut Pahumas Polres Badung Kompol IGN Sasih, ada dugaan orok tersebut masih berusia 4 bulan.
“Kita menduga, orok digugurkan karena masih berusia 4 bulan,â€ucapnya, Kamis (6/8).
Kompol Sasih menduga, orok tersebut adalah hasil hubungan gelap yang tidak ingin aibnya diketahui khayalak ramai. Ditegaskannya, aparat kepolisian masih menyelidiki, siapa ibu kandung yang membuang bayi malang itu. (Spy)
Informasi dihimpun di lapangan, sebelum menemukan orok, Made Sukertia bermaksud akan memasang bendera larangan berenang. Saksi yang merupakan warga setempat itu kaget, melihat plastik kresek warna hitam yang menimbulkan bau.
“Saya curiga, karena plastiknya bau, tapi saya tidak langsung membuka plastik,â€bebernya dalam kesaksian di Polres Badung.
Saksi Made Sukertia, langsung memanggil temannya Ni Nyoman Sunasih, yang tak jauh dari lokasi penemuan. Maksudnya, agar Nyoman Sunasih yang membuka plastik kresek itu.
Kecurigaan Made Sukertia terbukti. Ketika plastik dibuka, muncul aroma bau membusuk dari dalam plastik kresek. Di dalamnya berisi jabang bayi dalam kondisi mengenaskan.
Kondisi orok tersebut membuat bulu kuduk merinding. Betapa tidak, bayi tersebut masih dalam kondisi lengkap dengan ari-arinya. Namun karena kondisinya sudah rusak, sulit dikenali jenis kelaminnya.
Setelah penemuan ini dilaporkan ke jajaran reskrim Polres Badung, aparat kepolisian langsung kelokasi kejadian. Menurut Pahumas Polres Badung Kompol IGN Sasih, ada dugaan orok tersebut masih berusia 4 bulan.
“Kita menduga, orok digugurkan karena masih berusia 4 bulan,â€ucapnya, Kamis (6/8).
Kompol Sasih menduga, orok tersebut adalah hasil hubungan gelap yang tidak ingin aibnya diketahui khayalak ramai. Ditegaskannya, aparat kepolisian masih menyelidiki, siapa ibu kandung yang membuang bayi malang itu. (Spy)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2817 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2036 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1986 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026