Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Diduga Dibekingi Oknum Kadus

Melaya

Jumat, 21 Agustus 2009, 17:50 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Pencaplokan hutan bakau seluas 4,5 hektar di Dusun Taman, Tuwed, Melaya oleh 31 warga diduga dibekingi oleh oknum kepala dusun (kadus) setempat. Bahkan kadus tersebut telah berani melakukan pungutan untuk memberi uang rokok kepada petugas pengukur tanah.



Dari informasi yang dihimpun, keberanian 31 warga untuk mengkapling hutan bakau seluas 4,5 hektar menjadi lahan pemukiman diduga dibekingi oleh oknum kadus setempat, Made Sudita.



Bahkan, ulah Sudita benar-benar keterlaluan lantaran selain membekingi warga dalam mencaplok lahan, dia juga berani memungut Rp. 50 ribu kepada 31 warga untuk “uang rokok” kepada petugas untuk mengukur tanah tersebut tanpa berkoordinasi lebih dulu dengan Perbekel Tuwed dan juga Camat Melaya.



Ketika dikonfirmasi, Made Sudita mengatakan kalau dirinya tidak setuju jika ulah yang dilakukan 31 warga itu dikatakan penyerobotan atau pencaplokan lahan.


“Saya rasa kata-kata penyerobotan atau pencaplokan kurang tepat. Ini kami lakukan karena banyak warga kami yang miskin dan sangat membutuhkan tempat tinggal yang layak. Mereka penduduk asli sini dan sekarang mereka tinggal menumpang. Jadi solusi ini yang kami usahakan,” katanya.

Sudita juga membenarkan kalau dirinya telah melakukan pungutan Rp. 50 ribu sebagai “uang rokok” yang akan diberikan kepada petugas pengukur tanah yang sudah ditandai
warga.

Di sisi lain Perbekel Tuwed, Ketut Suarna ketika dihubungi, Jumat (21/8) mengatakan dirinya belum mengetahui kalau ada upanya pencaplokan hutan bakau yang dilakukan oleh 31 warganya yang diduga dibekingi oleh oknum kadus.



“Saya belum tahu kalau dia (Sudita,red) melakukan pengurusan SPPT dan pengukuran lahan hutan bakai yang ditandai oleh 31 warga. Suarna mengaku pernah bertemu kadus tersebut namun belum mendapatkan penjelasan yang detail. “Karena ada kesibukan saya belum bisa menindaklanjuti laporan dari warga saya, mungkin besok saya adakan pertemuan,” katanya. (dey)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami