Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Malaysia Tak Miliki Kejujuran dan Etika Berbudaya
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Berulangkali mengklaim budaya Indonesia sebagai miliknya, Malaysia dinilai sebagai negara yang tidak memiliki etika berbudaya terhadap negara lain. Pemerintah Indonesia diminta bersikap tegas agar hal ini tidak terus terulang di kemudian hari.
Menurut guru besar Institut Seni Indonesia Denpasar Profesor Wayan Dibia, upaya Malaysia menggunakan elemen budaya Indonesia yakni tari Pendet sebagai bahan promosi wisata mereka merupakan suatu hal yang wajar dan sah-sah saja.
Meski boleh menggunakan elemen budaya Indonesia dalam berpromosi, namun Malaysia diminta tetap mengakui tari Pendet sebagai produk budaya Indonesia dan bukan mengklaim sebagai produk budaya milik atau ciptaannya.
“Sikap Malaysia yang berulangkali mengklaim budaya Indonesia merupakan sikap yang tidak memperhatikan etika berbudaya. Hal ini harus disikapi dengan serius, yakni dengan protes secara langsung kepada pihak Malaysia agar hal ini tidak terulang lagi di kemudian hari,†ujar Dibia, hari ini.
Selain melakukan protes terhadap negara Malaysia, pemerintah Indonesia juga diminta untuk lebih memperhatikan perlindungan terhadap elemen atau produk budaya Indonesia.
“Klaim yang dilakukan Malaysia selama ini lebih dikarenakan lemahnya perlindungan pemerintah terhadap elemen dan produk budaya Nusantara,†ujar Dibia. (bob)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5972 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2306 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan