Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Malaysia Tak Miliki Kejujuran dan Etika Berbudaya
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Berulangkali mengklaim budaya Indonesia sebagai miliknya, Malaysia dinilai sebagai negara yang tidak memiliki etika berbudaya terhadap negara lain. Pemerintah Indonesia diminta bersikap tegas agar hal ini tidak terus terulang di kemudian hari.
Menurut guru besar Institut Seni Indonesia Denpasar Profesor Wayan Dibia, upaya Malaysia menggunakan elemen budaya Indonesia yakni tari Pendet sebagai bahan promosi wisata mereka merupakan suatu hal yang wajar dan sah-sah saja.
Meski boleh menggunakan elemen budaya Indonesia dalam berpromosi, namun Malaysia diminta tetap mengakui tari Pendet sebagai produk budaya Indonesia dan bukan mengklaim sebagai produk budaya milik atau ciptaannya.
“Sikap Malaysia yang berulangkali mengklaim budaya Indonesia merupakan sikap yang tidak memperhatikan etika berbudaya. Hal ini harus disikapi dengan serius, yakni dengan protes secara langsung kepada pihak Malaysia agar hal ini tidak terulang lagi di kemudian hari,†ujar Dibia, hari ini.
Selain melakukan protes terhadap negara Malaysia, pemerintah Indonesia juga diminta untuk lebih memperhatikan perlindungan terhadap elemen atau produk budaya Indonesia.
“Klaim yang dilakukan Malaysia selama ini lebih dikarenakan lemahnya perlindungan pemerintah terhadap elemen dan produk budaya Nusantara,†ujar Dibia. (bob)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3366 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 1394 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 801 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan