Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Malaysia Tak Miliki Kejujuran dan Etika Berbudaya

Beritabali.com, Denpasar

Senin, 24 Agustus 2009, 09:36 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Berulangkali mengklaim budaya Indonesia sebagai miliknya, Malaysia dinilai sebagai negara yang tidak memiliki etika berbudaya terhadap negara lain. Pemerintah Indonesia diminta bersikap tegas agar hal ini tidak terus terulang di kemudian hari.



Menurut guru besar Institut Seni Indonesia Denpasar Profesor Wayan Dibia, upaya Malaysia menggunakan elemen budaya Indonesia yakni tari Pendet sebagai bahan promosi wisata mereka merupakan suatu hal yang wajar dan sah-sah saja.



Meski boleh menggunakan elemen budaya Indonesia dalam berpromosi, namun Malaysia diminta tetap mengakui tari Pendet sebagai produk budaya Indonesia dan bukan mengklaim sebagai produk budaya milik atau ciptaannya.



“Sikap Malaysia yang berulangkali mengklaim budaya Indonesia merupakan sikap yang tidak memperhatikan etika berbudaya. Hal ini harus disikapi dengan serius, yakni dengan protes secara langsung kepada pihak Malaysia agar hal ini tidak terulang lagi di kemudian hari,” ujar Dibia, hari ini.


Selain melakukan protes terhadap negara Malaysia, pemerintah Indonesia juga diminta untuk lebih memperhatikan perlindungan terhadap elemen atau produk budaya Indonesia.



“Klaim yang dilakukan Malaysia selama ini lebih dikarenakan lemahnya perlindungan pemerintah terhadap elemen dan produk budaya Nusantara,” ujar Dibia. (bob)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami