Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
GMNI: Malaysia Harus Minta Maaf
Beritabali.com, Renon
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mendesak pemerintah Malaysia untuk meminta maaf atas klaimnya terhadap tari pendet bali. Permintaan maaf itu juga diminta disampaikan melalui media Nasional dan internasional.
Demikian salah satu tuntutan GMNI dalam pernyataan sikap bersama Persatuan Alumni (PA) GMNI, GMNI Denpasar dan GMNI Bangli yang di bacakan Ketua GMNI Denpasar Wayan Nampa ketika melakukan dengar pendapat dengan Komisi I DPRD Bali pada Selasa (25/8) di Renon.
GMNI juga menuntut pemerintah Malaysia untuk menjelaskan secara detail dan resmi awal mula pembuatan iklan hingga muncul klaim terhadap tari Pendet.
Selain itu GMNI mendesak pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas terhadap kasus tari pendet dan beberapa kasus klaim lainnya yang telah dilakukan oleh Malaysia.
“Mendesak pemerintah melakukan langkah-langkah kongkrit dalam melindungi karya seni dan budaya bangsa, baik melalui langkah-langkah diplomasi maupun hukum,†tegas Wayan Nampa.
Disisi lain GMNI juga Menyerukan kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk mewaspadai upaya-upaya negara lain, baik yang dilakukan secara terselubung maupun terbuka, yang bermaksud mengklaim hasil karya seni dan budaya bangsa.
Sedangkan khusus untuk pemerintah daerah Bali GMNI mendesak pemerintah daerah untuk mendaftarkan karya seni daerah secara komunal dengan melibatkan seniman dan tokoh masyarakat. (mlt)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3365 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 1341 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 801 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan